Tak Cuma Corona, Waspada Penyakit Demam Berdarah di Musim Pancaroba

Tak Cuma Corona, Waspada Penyakit Demam Berdarah di Musim Pancaroba
PERISTIWA | 4 April 2020 18:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ancaman penyakit demam berdarah harus diwaspadai di saat musim pancaroba telah tiba. Karenanya, selain tetap awas dengan virus corona, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan memberantas sarang nyamuk.

"Saudara sekalian, harus kita waspadai bahwa ancaman klasik yang muncul pada periode musim pancaroba ini untuk beberapa kota adalah demam berdarah. Oleh karena itu mari tinggal di rumah bersihkan sarang nyamuk," kata Yuri saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Langkah membersihkan sarang nyamuk di rumah adalah salah satu alternatif kegiatan yang juga mendukung anjuran pemerintah di rumah saja. Yuri menekankan bahwa langkah di rumah aja merupakan hal terbaik memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Ini adalah jawaban yang paling tepat, bukan hanya untuk mengendalikan Covid19 tapi juga mengantisipasi sebaran penyakit demam berdarah," yakin Yuri.

Yuri memandang, saat ini secara frekuentif akan muncul di periode-periode masa demam berdarah. Meski diikuti perjuangan melawan Covid-19, Yuri meminta bangsa Indonesia tetap kuat dan yakin jika semua bisa dilalui.

"Kami yakin kita semua bisa, tinggal di rumah berantas sarang nyamuk pasti kita mampu melakukannya," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Salurkan APD untuk Tenaga Medis di Daerah

Yurianto juga menyatakan pemerintah pusat telah melakukan pengiriman logistik untuk para tenaga medis dari Jakarta ke sejumlah kota di Indonesia.

Logistik tersebut yakni meliputi alat pelindung diri (APD) hingga masker untuk tenaga medis mulai dari klinik, puskesmas hingga rumah sakit.

"Jumlah 5-7 ribu lembar APD dan masker 20-150 ribu. Kegiatan ini bukti pemerintah sangat perhatikan kebutuhan layanan di daerah," kata Yuri di Gedung BNPB Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Sejumlah kota yang dimaksud yakni Batam, Tanjung Pinang, Medan, Aceh, Balikpapan, Tarakan hingga Gorontalo. Kemudian ada pula pengiriman ke Manado, Palu ataupun Pontianak.

Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan bantuan secara langsung ataupun melalui Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19.

"Kami sadari bentuk sosial toleransi bagian jati diri bangsa. Kita terus upaya kami yakin masyarakat bersama kita hadapi ini," ucapnya.

Sementara itu, ada tambahan sebanyak 106 jiwa untuk kasus positif Corona di Indonesia. Dengan begitu, total orang yang terjangkit Covid-19 pada Sabtu, 4 April 2020 adalah 2.092 jiwa.

Sedangkan untuk kasus yang sembuh, bertambah sebanyak 16 orang, sehingga totalnya menjadi 150 jiwa.

Adapun yang meninggal akibat virus corona sebanyak 10 orang sehingga total menjadi 191 jiwa.

Reporter: M Radityo dan Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Lanjut Bahas RUU Kontroversi saat Pandemi Corona, DPR Dinilai Menghina Nalar Publik
Terhantam Virus Corona, Omzet Pengusaha Bus Anjlok Hingga 100 Persen
OJK Sebut Perppu Penanganan Virus Corona Bawa Sentimen Positif
Dua Daerah Dikabarkan Sudah Ajukan PSBB, Jakarta dan Fakfak
Melawan Corona dengan Olahraga

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5