Tak Cuma Emirsyah Satar, Pejabat Garuda Lain Diduga Ikut Kecipratan Aliran Suap

PERISTIWA | 6 Desember 2019 22:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mengungkap keterlibatan pejabat di PT Garuda Indonesia dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, jaksa penuntut umum pada KPK akan membongkar pejabat Garuda Indonesia yang turut menikmati aliran dana hasil korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) dan pendiri MRA Soetikno Soedarjo (SS).

Dalam perkara ini KPK menemukan dugaan aliran dana signifikan yang dialirkan kepada sejumlah pejabat di Garuda Indonesia. KPK telah mengendus adanya aliran korupsi sebesar Rp100 miliar yang semula ditemukan hanya Rp20 miliar.

"Memang kami mengidentifikasi ternyata dugaan aliran dana itu bukan hanya Rp20 miliar, setelah kami cek ada puluhan rekening, ketemu totalnya kurang lebih dugaan aliran dana itu Rp100 miliar termasuk kepada tersangka yang sudah ditetapkan saat ini, jadi bukan pada satu orang ESA, tapi pada beberapa pejabat di PT Garuda Indonesia saat itu," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12).

1 dari 1 halaman

Dibeberkan di Sidang

Febri mengatakan, dalam berkas dakwaan keduanya, jaksa KPK juga akan membeberkan asal muasal suap tersebut terjadi, termasuk bagaimana cara tersangka menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsi.

"Ada penggunaan rekening-rekening dengan nama yang lain di beberapa negara, dan ada kontrak yang sangat besar yang ditandatangani oleh pihak Indonesia. Itu harus uraikan (dalam persidangan)," kata Febri.

KPK telah mengidentifikasi kontrak kerja sama PT Garuda Indonesia dengan nilai miliaran Dolar Amerika Serikat. Setidaknya, terdapat empat kontrak yang telah teridentifikasi.

Keempat kerjasama itu ialah kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (Total Care Program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), serta kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Eks Dirut Garuda Indonesia dan Penyuapnya Segera Jalani Disidang
KPK Kembali Periksa Emirsyah Satar
Kasus Mesin Pesawat Garuda, Politikus PAN Chandra Tirta Dipanggil KPK
KPK Segera Tuntaskan Kasus Suap Garuda Indonesia
Tersangka Suap Emirsyah Satar Kembali Jalani Pemeriksaan KPK
Eks Dirut Garuda Indonesia Kembali Diperiksa KPK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.