Tak Hanya Pidana, Pemegang Polis Minta Pelaku Kasus Jiwasraya Dimiskinkan

PERISTIWA | 18 Januari 2020 23:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemegang Polis Jiwasraya, Rudyantho Deppassau mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengusut kasus gagal bayar polis Jiwasraya. Dia pun meminta pemerintah agar menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kita mau lihat, negara itu jangan kalah dengan pelaku. Sudah dua bulan kita tercerahkan dengan berita-berita yang begitu bagus. Kelihatan di sini, ini barang dari awalnya memang barang busuk. Barang bermasalah," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (18/1).

"Dalam kasus ini negara diikutkan. Sekarang kita tantang nih Pemerintah. Buktikan bahwa lima yang sudah tertangkap ini tidak ada apa-apanya di depan Pemerintah," imbuhnya.

Dia berpandangan bahwa proses pidana saja tidak cukup. Bahkan negara juga harus berani 'memiskinkan' para pelaku.

"Misalnya oke proses hukum sedang berjalan. Setelah dihukum, ini kan memang dari awal, secara keperdataan kita melihat sudah tersembunyi, karena sudah ada niat. Sekarang silakan buktikan pidananya dan miskinkan dia dengan mengambil hartanya," tegas Rudy.

Dia pun mengaku siap membantu kerja aparat penegak hukum. Pemegang polis, kata dia, siap memberikan sejumlah informasi mereka miliki jika dibutuhkan.

"Kalau mau ditanya, bisa info, saya punya dari lima orang itu saya punya info ada yang punya 2.000 hektare tanah. Ada yang punya Rp50 miliar rumah di Menteng. Kalau dibutuhkan datang ke pemegang polis kita bersinergi untuk memberikan informasi itu," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Investasi Turun, Taspen Masuk Pengawasan Ombudsman
Ombudsman Sebut Bursa Efek Indonesia Kumuh seperti Pasar Kramat Jati
Ombudsman Bentuk Tim Khusus Bantu Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya
Ombudsman Minta Perusahaan Asuransi Tingkatkan Proteksi Nasabah
Ombudsman sebut Tata Kelola Jiwasraya Buruk, Ini Alasannya
Pemegang Polis Bantah Tergoda Produk Jiwasraya karena Bunga Tinggi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.