Tak Kejar Kuantitas, Pemerintah Turunkan Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2020

PERISTIWA | 24 Januari 2020 02:02 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah pusat menurunkan target kunjungan wisata mancanegara (wisman) untuk tahun 2020. Meski demikian, mereka tetap optimistis jumlah devisa yang didapatkan tetap bisa maksimal seperti tahun 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Rizki Handayani mengatakan, pemerintah menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia pada angka 20 juta jiwa pada tahun 2019. Sementara untuk tahun ini, jumlah target yang harus dicapai sebanyak 18 juta jiwa.

Fokus saat ini di sektor wisman tidak lagi pada kuantitas, melainkan kualitas mereka melakukan kegiatan ekonomi. Asumsinya, dengan angka yang lebih sedikit, mereka bisa tinggal lebih lama serta membeli produk lebih banyak.

"Sekarang kita ingin mereka spending lebih banyak. Membeli kamar hotel lebih banyak, produk lebih banyak, atau membeli experience lebih lama," kata Rizki saat ditemui usai acara West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020 di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (22/1).

"Tahun ini belum keluar angka (devisa), tapi prediksinya di 19-20 juta USD. Target tahun ini juga masih segitu juga. Banyak negara beralih orientasi bukan dari jumlah wisatawan tapi ke jumlah devisa," lanjutnya.

Dia menilai, Jawa Barat merupakan provinsi yang sudah siap jika dilihat dari atraksi, amenitas dan aksesibilitasnya. Begitu juga dengan Bali, Jawa Tengah, Bangka Belitung hingga Lombok.

1 dari 2 halaman

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2019 bisa mencapai sekitar 16,3 juta. Jumlah tersebut masih lebih kecil dibanding proyeksi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang sebesar 20 juta, yang kemudian direvisi menjadi 18 juta kunjungan.

Diketahui, jumlah wisatawan asing di Indonesia secara kumulatif pada kurun waktu Januari-November 2019 adalah sekitar 14,9 juta kunjungan.

Kepala BPS, Suhariyanto, menyampaikan adapun pada November 2019 kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air sekitar 1,3 juta kunjungan. Menurun 4,67 persen dibanding Oktober sebelumnya.

Kedatangan wisman pada akhir tahun memang jadi pola yang rutin terjadi setiap tahunnya. Suhariyanto kemudian berandai-andai, jika jumlah wisatawan asing meningkat sama seperti pada Desember 2018, maka total wisman di 2019 bisa mencapai 16,3 juta kunjungan.

"Kita lihat nanti jumlah wisatawan asing pada bulan Desember yang biasanya mengalami peningkatan. Kalau kita asumsikan di bulan Desember ini sama dengan tahun yang lalu, 1,4 juta, maka jumlah wisman kita pada 2019 akan sekitar 16,1 sampai 16,3 juta," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Jawa Barat Siapkan 167 Event

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam perekonomian negara karena diprediksi bisa menjadi salah satu industri terbesar. Artinya, bisa meningkatkan pendapatan negara, devisa, dan memperluas lapangan kerja.

Merespon hal tersebut, ia melalui Dinas Pariwisata meluncurkan West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020 yang diklaim sebagai rangkuman event terbaik memenuhi standar Creative Value (nilai kreativitas), Commercial Value (nilai komersil), serta CEO Commitment (komitmen kepala daerah dalam mengembangkan pariwisata daerahnya).

Adapun total event yang dilaksanakan pada 2020 berjumlah 167 event, terdiri dari 107 event kebudayaan, enam event musik, 23 event olahraga, lima event fashion, 10 event kuliner, serta 17 event eksbisi. Semua acara itu ia sebut bisa berkontribusi pada perputaran ekonomi hingga triliunan rupiah.

"Ada 167 festival yang akan dijadikan festival unggulan di Jawa Barat untuk menguatkan ekonomi pariwisata kita. Nilainya nanti saya hitung, yang pasti (jumlahnya) triliunan rupiah datang dari perputaran ekonomi pariwisata ini," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan kamil menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2019, selama periode 2014-2018 rata-rata laju pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Jabar adalah 7,90 persen per tahun.

Pada 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jabar mencapai 65,90 juta orang, terdiri dari 63,30 juta wisatawan domestik dan 2,60 juta wisatawan mancanegara. Tahun 2019 capaiannya menembus 60 juta wisatawan.

"Ini berarti para wisatawan menyukai dan betah melebihi apa yang kami prediksikan. Target tahun ini sedang dibahas, yang pasti diatas 60 juta wisatawan yang sudah datang," terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan dari ratusan festival dalam Calendar of Event, tersebut, 64 persennya bertema kebudayaan karena diklaim lebih diminati.

"Kebudayaan Jabar ini sesuai dengan strategi promosi pengembangan pariwisata, budaya ini menjadi kekuatan. Tahun ini harus ada pendekatan partisipasi masyarakat dan kemudian ada juga keunikan," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemerintah Incar Masa Tinggal Turis di Labuan Bajo Minimal 4 Hari
Pemerintah Cari Cara Wisman Betah Berlibur di 5 Destinasi Pariwisata
Target Gaet 17 Juta Wisman Tahun ini, Pemerintah Incar Turis ASEAN
Diminta Sontek Vietnam, Pengamat Beberkan Kesalahan Pemerintah Kelola Pariwisata
Meski Natuna Memanas, Kunjungan Turis China ke Bali masih Mendominasi
BPS Ramal Kunjungan Wisatawan Asing 2019 Maksimal di Kisaran 16,3 Juta Orang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.