Tak Mampu Bayar Arisan Rp 300 Juta, Mobil Pria di Badung Dirampas Preman

Tak Mampu Bayar Arisan Rp 300 Juta, Mobil Pria di Badung Dirampas Preman
Para tersangka saat dipaparkan di Polda Bali. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 5 Maret 2021 00:30 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menangkap seorang perempuan dan empat preman suruhannya. Mereka ditangkap karena merampas mobil milik seorang pria yang tidak mampu membayar uang arisan sebesar Rp 300 juta.

Pelaku yang ditangkap yakni I Putu Wira Sanjaya (28), Bagus Made Putra Pardana (29), I Made Ary Santa Dwipayana (28), dan I Gede Wira Guna (26). Jasa keempatnya dipesan Ni Kadek Okta Riani (30).

"Dia mengambil mobil sebagai jaminan pembayaran utang dan memaksa dengan ancaman, dengan membayar seseorang Rp 5 juta untuk menagih utang," kata Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Kamis (4/3).

Peristiwa itu bermula saat seorang pria berinisial M di Bali tak mampu membayar arisan senilai Rp 300 juta. Teman arisannya bernama Ni Kadek Okta Riani membayar preman untuk menagih uang itu.

Kasus perampasan terjadi di rumah M yang berlokasi di Jalan Muding, Kerobokan Utara, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (10/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban sedang tidak ada di rumah. Dia tiba-tiba ditelepon tetangganya yang mengabarkan mobil Honda CRV miliknya diambil paksa 4 orang preman. Para tetangga tidak berani mencegah aksi itu.

Korban lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Polisi pun menangkap para preman itu di rumah mereka masing-masing, Selasa (2/3) lalu. Selain itu, Polisi juga menangkap Okta Riani.

"Bahwa benar terlapor dan rekan-rekanya mengakui mengambil unit mobil CRV warna DK 693 KN tersebut menggunakan kunci palsu dari saksi," imbuhnya.

Rahardjo juga menyebutkan, warga bisa melapor ke polisi apabila mendapat ancaman dari preman. Dia juga mengancam menembak para preman apabila mengganggu keamanan warga.

"Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terukur manakala praktik premanisme terjadi di Bali. Tidak ada tempat sejengkal pun untuk premanisme di Pulau Dewata," ujar Rahardjo.

Dia memaparkan, para pelaku dijerat dengan Pasal 336 KUHP. Mereka terancam pidana penjara selama 5 tahun. (mdk/yan)

Baca juga:
Kesal Sering Dipalak, Empat Warga Aniaya Preman di Bandung Hingga Tewas
Sempat Lukai Warga dengan Celurit, Pria Diduga Preman Kampung di Jombang Meninggal
Sempat Viral, Begini Nasib Pria yang Terciduk Palak Driver Ojek Online di Medan
Rekannya Dianiaya, Sopir Angkot di Garut Sweeping Pengamen
Pimpinan Komisi III Minta Kapolri Terpilih Berantas Premanisme
2 Kelompok Massa Geruduk Kantor BPR di Solo Dipicu Masalah Utang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami