Tak Masuk Kerja Selama 176 Hari, 4 ASN di Kudus Terancam Dipecat

PERISTIWA | 17 Januari 2020 22:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Sebanyak empat Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang bertugas di lembaga pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terancam dipecat karena melanggar kedisiplinan setelah diketahui tidak masuk kerja selama 176 hari dalam satu tahun.

"Dari keempat ASN tersebut, terdapat tiga orang yang merupakan guru sekolah dasar. Sedangkan satu ASN merupakan pegawai administrasi di SMP," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Catur Widyatno Dilansir Antara, Jumat (17/1).

Keempat ASN tersebut sudah diberikan pembinaan, baik oleh kepala sekolahnya sendiri, UPT, hingga dipanggil oleh Inspektorat maupun BKPP.

Bahkan, lanjut dia, ada yang dibawa ke tim medis guna memastikan yang bersangkutan benar-benar sakit sesuai alasan yang disampaikan atau tidak.

1 dari 1 halaman

Surat Teguran 3 Kali

Surat teguran kepada keempat ASN tersebut juga sudah dilayangkan hingga tiga kali. Namun semuanya tidak juga ditanggapi.

"Kepala sekolahnya juga sempat datang ke rumahnya langsung untuk memastikan keberadaannya, ternyata tidak ada di rumah dan tidak masuk sekolah," ujarnya.

Padahal, lanjut dia, tugasnya mengajar di sekolah, ternyata tidak menunaikan tugasnya dengan benar sehingga melanggar kedisiplinan ASN.

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 53/2010 tentang Disiplin ASN disebutkan bahwa jika dalam 46 hari tidak masuk kerja, maka yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat.

Sanksi berat terhadap keempat ASN tersebut akan dilaksanakan setelah ada surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. "Dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat ke Kemendagri," ujarnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Presiden Jokowi: PNS di Jakarta Pindah ke Ibu Kota Baru Pada 2024
ASN Pemkab Buton Selatan Kembali Ditangkap Karena Kasus Narkoba
Persilakan ASN Ikut Pilkada, Ridwan Kamil Ingatkan 'Jangan Pakai Fasilitas Negara'
Sri Mulyani Keluhkan Gaji dan Pensiun Pegawai Pemda jadi Beban Pemerintah Pusat
Cegah Radikalisme, Ma'ruf Amin Minta ASN Perkuat Komitmen Kebangsaan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.