Tak Mau Bergantung Pasokan dari Luar, RS di Bali Akan Dilengkapi Generator Oksigen

Tak Mau Bergantung Pasokan dari Luar, RS di Bali Akan Dilengkapi Generator Oksigen
Pengisian tabung oksigen. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar
NEWS | 29 Juli 2021 01:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyatakan Bali segera memproduksi oksigen secara mandiri. Generator oksigen akan dibangun di sejumlah rumah sakit secepatnya.

"Iya harapannya begitu (produksi oksigen mandiri). Bapak Gubernur juga sudah meminta agar kita bisa mandiri. Rumah sakit agar bisa menyiapkan sendiri (oksigennya) dan secepatnya kalau bisa," kata Suarjaya saat dihubungi Rabu (28/7).

Dia menyebutkan, bila nantinya Bali memproduksi oksigen secara mandiri, daerah ini tidak lagi mengandalkan pasokan dari luar provinsi. "Kalau kita, rumah sakitnya bisa menyiapkan oksigennya dengan generator, kan rumah sakit bisa sendiri dia membuat oksigennya. Iya, ada oksigen generatornya sehingga bisa langsung memproduksi sendiri (dan) tidak tergantung dari pasokan dari luar. Harapannya begitu," katanya.

Suarjaya belum bisa merinci berapa rumah sakit yang akan memproduksi oksigen. Namun, rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah atau Badan Layanan Umum (BLUD/BLU) bisa menyelenggarakannya.

"Tergantung kembali ke rumah sakitnya. Karena rumah sakit yang menyelenggarakan dengan BLUD kan bisa. Semua rumah sakit daerah BLUD, termasuk rumah sakit Sanglah juga BLU," imbuhnya.

Dia berharap generator bisa didatangkan pada Agustus 2021, sesuai dengan rencana Gubernur Bali. Tetapi, pihaknya juga belum mengetahui dari mana alat tersebut akan didatangkan.

"Belum tahu saya dari mana datangnya. Kan Bapak Gubernur terus berjuang untuk membantu Bali sebenarnya. Berjuang keras terus beliau berkomunikasi dengan segala cara," kata Suarjaya.

Dia juga mengaku belum mengetahui tipe generator yang akan didatangkan dan dibangun serta kapasitas produksi oksigennya.

"Belum tahu, barangnya saja belum tahu dan belum tahu kapasitasnya berapa dan tipenya. Yang jelas Bapak Gubernur dan saya juga berharap kita mandiri oksigen. Kalau masalah berapa itu kan nanti. Selama ini kita memakai pasokan dari luar saja," ujar Suarjaya.

Produksi oksigen secara mandiri dilakukan agar Bali tak lagi bergantung dari daerah lain. Terlebih di masa pandemi Covid-19, kebutuhan mengenai oksigen mengalami lonjakan.

"Kejadian pandemi ini membuat kita belajar untuk bisa memproduksi (oksigen) sendiri dan tidak tergantung pada pihak luar," kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. (mdk/yan)

Baca juga:
Polri Tangani 33 Kasus Timbun Obat dan Tabung Oksigen
Polisi Ingatkan Tabung APAR Tidak untuk Isi Oksigen
Penuhi Kebutuhan Pasien Covid-19, RSUD HSU Kalsel Produksi Sendiri Oksigen
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Modifikasi Tabung Pemadam Kebakaran Jadi Tabung Oksigen
Pemerintah Ingatkan Pasien Covid-19 Isolasi di Rumah Perhatikan Saturasi Oksigen
Pemprov Sumbar Cari Bantuan Daerah Tetangga Soal Kebutuhan Oksigen Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami