Tak Terima Diputus, Hendrik Bunuh Karyawati Spa di Manado

Tak Terima Diputus, Hendrik Bunuh Karyawati Spa di Manado
PERISTIWA | 4 April 2019 23:34 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Nasib tragis dialami Dewi Yuwaningsih Gedoan alias Eca (25). Perempuan cantik yang bekerja sebagai karyawati spa di Kota Manado ditemukan tewas dalam kamar mandi indekosnya, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/4).

Saat ditemukan, banyak darah berceceran di lantai. Wanita asal Kabupaten Kepulauan Talaud itu kemudian dipastikan sebagai korban pembunuhan oleh polisi, menyusul seorang pria berinisial HK alias Hendrik (48), datang menyerahkan diri ke Mapolsek Wanea, Kota Manado.

"Seorang pria datang mengaku telah menikam pacarnya hingga tewas," kata Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy, Rabu (03/04).

Polisi sempat menghubungi pemilik indekos saat membuktikan keterangan pelaku. Ketika masuk bersama kepala lingkungan dan anggota Babinkamtibmas setempat, kemudian menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai kamar mandi usai dibunuh oleh kekasihnya sendiri.

"Lokasi kejadian langsung diamankan untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polresta Manado dan Team DVI Polda Sulut," ungkapnya.

Jasad Dewi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk diautopsi. Sang pacar HK alias Hendrik (48) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada penyidik, Hendrik mengaku membunuh kekasihnya karena sakit hati. Warga Kecamatan Wanea, Manado ini menuturkan, sekitar pukul 22.00 WITA, dia mendatangi spa tempat Dewi bekerja.

"Saya bermaksud memanggilnya pulang karena sudah dipengaruhi minuman keras," ujar Hendrik kepada penyidik.

Keduanya kemudian menuju ke indekos. Setibanya di sana, mereka terlibat cekcok. Alasannya, Dewi ingin memutuskan hubungan asmara yang sudah berjalan sekitar 3 bulan.

"Kemarahan saya naik. Saya cekik lehernya karena berteriak-teriak sambil memaki. Kami bergumul hingga jatuh ke lantai," kata Hendrik.

Karena Dewi terus berontak dan berteriak, Henrik pun panik. Di saat bersamaan, ia melihat sebuah pisau dapur di bawah meja.

"Saya ambil pisau itu dan menusuknya. Tapi karena ditangkis pakai tangan, tusukan malah kena leher dan membuatnya terdiam," ujarnya.

Hendrik kemudian mendorong Dewi ke dalam kamar mandi dan menikam leher kekasihnya itu sekali lagi, karena ia masih berusaha merampas pisau yang dipegang. Dewi akhirnya tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi dengan darah berceceran.

"Saya tunggu sampai dia tidak bergerak lagi, lalu saya keluar dan kemudian datang melapor," ungkap Hendrik. (mdk/cob)

Baca juga:
Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 12 Saksi dan Cari Kepala Korban
Sakit Hati Tak Digaji, Kernet Habisi Sopir Truk Galon Pakai Kunci Roda
Mayat dalam Koper di Blitar Bernama Budi Hartanto, Seorang Guru Dance
Koper Berisi Mayat Pemuda Ditemukan di Tepi Sungai Kawasan Blitar
2 Perampok dan Pembunuh Driver Grab Dituntut Hukuman Mati
Eko Tewas Dibacok Usai Terlibat Cekcok di Kafe Bekasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami