Tak Terima Ditegur Akibat Parkir Motor di Tengah Jalan, Pria di Garut Bacok Warga

Tak Terima Ditegur Akibat Parkir Motor di Tengah Jalan, Pria di Garut Bacok Warga
Dua Pengguna Jalan di Garut Dianiaya Preman. ©2021 Istimewa
PERISTIWA | 25 Februari 2021 04:33 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Dua pengguna jalan di Kabupaten Garut menjadi korban penganiayaan seorang preman. Salah satu pengguna jalan bahkan dibacok menggunakan senjata tajam. Aksi sang preman terekam video warga yang sedang menggunakan jalan. Kini videonya menyebar di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 15 detik itu, tampak salah seorang laki-laki menganiaya sejumlah orang. Aksi tersebut terus dilakukan sang lelaki walau berusaha dipisahkan beberapa orang lain.

Salah seorang warga, Zahra (22) mengaku menyaksikan langsung aksi penganiayaan tersebut. Dia menyebut bahwa aksi itu terjadi pada Selasa (23/2) di kawasan Leuweung Tiis, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

"Pas pulang dari Bandung mau ke Garut sempat agak macet di Leuweung Tiis. Pas itu saya dari mobil lihat ada yang lagi dianiaya, dipukul juga sempet lihat dibacok," ujar Zahra, Rabu (24/2).

Zahra mengaku tidak mengetahui bagaimana kondisi warga yang dipukul dan dibacok itu. Saat itu dia merasa takut setelah melihat pelaku mengamuk.

"Sempat ada yang misahin juga beberapa orang, tapi orangnya malah kaya ngamuk gitu," ujar dia.

Kapolsek Leles, Resor Garut, AKP Nurdin Jaelani membenarkan adanya kejadian penganiayaan di wilayah hukumnya. Aksi tersebut dilakukan oleh seorang warga berinisial AS (39) yang dikenal sebagai preman juga tukang parkir di sekitar Kecamatan Leles.

Kejadian penganiayaan, dijelaskannya, berawal dari cekcok antara pelaku dan korban di sekitar lokasi kejadian. Pangkal masalahnya adalah saat AS yang diketahui menggunakan kendaraan bermotor roda dua tiba-tiba parkir di tengah jalan.

"Korban yang saat itu sedang menggunakan mobil bersama teman-temannya menegur pelaku, rupanya pelaku tidak terima. Pelaku malah memaki korban sampai salah satu korban atas nama Rian turun dari mobil. Begitu turun, korban langsung dipukul oleh pelaku AS," kata Nurdin.

Melihat Rian dipukul, rekannya turun dari mobil untuk melerai. Saat upaya peleraian itu, salah satu korban lainnya yang bernama Tedi juga rupanya ikut menjadi korban penganiayaan. Tedi diketahui mendapatkan luka akibat dibacok celurit yang dibawa pelaku.

"Korban Tedi mengalami luka di bagian leher akibat bacokan itu," ujar dia.

Beberapa saat setelah kejadian tersebut, pihaknya menerima informasi tersebut. “Kita langsung datang ke lokasi dan menangkap pelaku AS. Korban juga saat itu kita bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” tukas dia.

Saat pelaku AS dibawa ke Polsek Leles, diketahui ternyata ia sedang ada dibawah pengaruh minuman keras. Saat ini, AS ditahan Polsek Leles untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kepada pelaku, Nurdin mengaku pihaknya mengenakan pasal 351 KUHP juncto pasal 51 undang-undang darurat. "Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Berawal Cekcok di Rapat Virtual, 2 Dosen UMI Makassar Berkelahi
Suami Nindy Ayunda Jadi Tersangka KDRT
Pria Paruh Baya di Malaka NTT Tewas Dianiaya ODGJ
Polisi Buru Pelaku Pembacokan Ibu Mertua di Lamongan
Pria di Timor Tengah Utara Aniaya Ibu Kandung, Calon Mertua dan Bakal Istri
Kondisi Membaik, Balita di Makassar yang Disiksa Kekasih Ibunya Dirawat di Safe House

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami