Tak Terima Dituntut 2 Tahun 6 Bulan, Brigjen Prasetijo Ajukan Pleidoi Pekan Depan

Tak Terima Dituntut 2 Tahun 6 Bulan, Brigjen Prasetijo Ajukan Pleidoi Pekan Depan
PERISTIWA | 4 Desember 2020 18:19 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Dituntut hukuman penjara dua tahun enam bulan dikurangi masa penahanan, terdakwa perkara surat jalan palsu, Brigjen Prasetijo Utomo akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal itu disampaikan pengacara Prasetijo, Rolas Sijintak. Dia menyampaikan bila pleidoi terhadap tuntutan tersebut akan diajukan pada Jumat 11 Desember 2020.

"Karena kami lihat banyak fakta-fakta persidangan yang tidak dimasukkan dalam tuntutan Jaksa tersebut. Kita lihat minggu depan. Kami akan membuat pleidoi," katanya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (4/11).

Dalam persidangan, terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo dinilai bersalah oleh jaksa, karena turut membantu kedatangan terdakwa Djoko Tjandra ke Indonesia untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Menuntut atas terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan," kata Jaksa Yeni Trimulyani saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (4/12).

Menurut jaksa, Prasetijo ikut terlibat melakukan tindak pidana terkait surat menyurat yang dipalsukan surat secara berlanjut sebagaimana yang dimaksud yaitu surat Covid-19, surat kesehatan, dan surat izin jalan sebagaimana tertuang dalam Pasal 263 ayat 1 KUHP.

Tak berhenti di situ, Prasetijo juga dituntut bersalah melakukan tindak pidana secara berlanjut berupa membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri. Hal tersebut merujuk pada Pasal 426 ayat 2 KUHP.

Bahkan, jaksa menyebut jika Prasetijo terbukti bersalah melakukan tindak pidana menghalang-halangi penyidikan dengan menghancurkan barang bukti sebagaimana tertuang dalam Pasal 221 ayat 1 KUHP.

Atas hal itu, jaksa memberikan pertimbangan yang memberatkan kalau, terdakwa dinilai berbelit dan tidak terus terang dalam persidangan. Bahwa sebagai pejabat hukum telah melalaikan jabatannya dan melanggar peraturan perundang- undangan dengan memanfaatkan jabatannya.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, yaitu tidak pernah dihukum," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Dakwaan Brigjen Prasetijo...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami