Tak Terima Masalah Dicampuri, Edison Bacok Kakak Musuhnya hingga Buta Permanen

Tak Terima Masalah Dicampuri, Edison Bacok Kakak Musuhnya hingga Buta Permanen
Ilustrasi borgol. shutterstock
NEWS | 30 September 2020 00:32 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tak terima masalahnya dicampuri, M Edison alias Soni (33) melampiaskan emosinya ke kakak kandung musuhnya, Fahmi Di Tito (26). Korban mengalami buta permanen akibat dibacok pelaku.

Penganiayaan itu bermula saat pelaku berkelahi dengan adik korban, Fajri Yudo (23) di Jalan Kadir TKR, Kecamagan Gandus, Palembang, 18 September 2019 malam. Kemudian, Fajri mengadu sehingga memicu amarah korban.

Korban pun menemui pelaku di TKP untuk menanyakan masalah antara dia dan adiknya. Bukannya menjawab, pelaku justru melayangkan pedangnya ke arah wajah sehingga mengenai mata dan hidung korban.

Meski sudah beberapa kali menjalani operasi, mata korban mengalami kebutaan permanen. Kasusnya pun dilaporkan keluarga ke polisi.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali berusaha menangkap tersangka namun keburu melarikan diri. Dia berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi dan akhirnya diringkus di Kelurahan Talang Betutu, Sukarami, Palembang, Senin (28/9) sore.

"Tersangka sudah jadi buronan selama satu tahun, dia bersembunyi di banyak tempat. Kemarin sore kami tangkap di tempat pelariannya," ungkap Nuryono, Selasa (29/9).

Tersangka berdalih kesal dengan korban yang ikut campur dengan urusannya. Dia menduga korban ingin mencelakainya setelah berkelahi dengan adiknya.

"Motifnya karena permasalahan dengan adik korban, korban bermaksud bertanya siapa yang berkelahi, tetapi malah dibacok tersangka," kata dia.

Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan berat dengan ancaman empat tahun penjara. Penyidik mengamankan barang bukti hasil visum dari Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang.

"Dia tersangka tunggal, sementara korban sekarang mengalami kebutaan permanen karena bacokan tersangka," katanya. (mdk/rhm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami