Tak Terima Vonis 8 Tahun Bui, Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Banding

Tak Terima Vonis 8 Tahun Bui, Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Banding
Emirsyah Satar Ditahan KPK. ©2019 merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 15 Mei 2020 19:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar tak terima divonis 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Lewat kuasa hukumnya, Emirsyah mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Ya, pak Emirsyah Satar ajukan banding," ujar tim penasihat hukum Emirsyah, Luhut Pangaribuan saat dikonfirmasi, Jumat (15/5).

Luhut menilai, ada beberapa kekeliruan dalam vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor terhadap kliennya. Salah satunya terkait uang pengganti yang dibebankan kepada kliennya sebesar SGD 2.117.315.

"Tidak pernah ada pembuktian Garuda rugi. Justru sebaliknya, Garuda untung dalam pengadaan pesawat dan pemeliharaan mesin. Kok tiba-tiba ditetapkan uang pengganti dengan suruh bayar dan rumah disita," kata Luhut.

Berbeda dengan tim penasihat hukum Emir, jaksa penuntut umum pada KPK menerima vonis 8 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Emirsyah. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut, jaksa menerima putusan lantaran Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dalam menjatuhkan hukuman sudah sesuai dengan fakta dalam persidangan.

"Terhadap perkara atas nama terdakwa Emirsyah Satar, KPK setelah mempelajari pertimbangan majelis hakim maka menyatakan sikap menerima putusan dengan alasan antara lain fakta-fakta yuridis sebagaimana uraian di dalam tuntutan JPU KPK telah diambil alih oleh majelis hakim," kata Ali.

Baca Selanjutnya: Diberitakan sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami