Takjil Mengandung Formalin dan Boraks Ditemukan di Kota Tangerang

Takjil Mengandung Formalin dan Boraks Ditemukan di Kota Tangerang
Ilustrasi. ©2019 merdeka.com/imam buhori
NEWS | 7 April 2022 13:58 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, memeriksa sejumlah sampel takjil di beberapa sentra penjualan pada 13 kecamatan. Dari beberapa sampel makanan yang diperiksa, petugas mendapatkan beberapa makanan mengandung formalin dan boraks.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Tangerang, Indri Bevy, mengambil ratusan sampel takjil di setiap sentra penjualan takjil di setiap kecamatan. Adapun sampel yang diambil di antaranya seperti soto mi, bakso, sempol, kerupuk kuning, cincau, pacar cina, kwetiau, cendol hijau dan hitam, lumpia dan jenis takjil lainnya.

"Pada hari pertama kemarin, hasilnya kita temukan beberapa kandungan formalin dan boraks. Di antaranya kandungan formalin yaitu pada mi kuning basah di soto mi, dan boraks pada cincau hijau dan kwetiau," kata Bevy dikonfirmasi, Kamis (7/4).

Dia menerangkan, pada pemeriksaan tahap pertama kemarin, dilakukan di lima kecamatan, mulai dari Kecamatan Larangan, Karang Tengah, Pinang, Batuceper dan Cibodas.

Pengambilan sampel takjil itu, untuk diperiksa dengan men-screening cepat sampel makanan guna mengetahui ada tidaknya kandungan kimia dan bakteri berbahaya dalam kandungan panganan takjil yang diperjual-belikan ke masyarakat.

Selanjutnya kata Bevy, para pedagang yang kedapatan menjual panganan takjil mengandung boraks atau formalin akan dilakukan tindakan persuasif.

"Bersama puskesmas, kecamatan dan kelurahan akan melakukan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang yang bersangkutan. Dinkes akan mengedukasi bahaya terparah akan kandungan kimia yang mereka pakai. Selain itu, Dinkes juga akan memberikan pemaparan jenis-jenis bahan pengganti yang aman atau layak dikonsumsi oleh konsumen," terang dia.

Dinkes mengimbau masyarakat lebih cerdas dalam berbelanja takjil. "Jangan terpengaruh atau tergiur dengan warna yang terlalu cerah atau tekstur yang dirasa terlalu kenyal. Karena biasanya yang seperti itulah yang patut dicurigai," terang Bevy.

Baca juga:
Heboh Jajanan Pasar Ramadan di Kediri Mengandung Boraks, Ini Fakta di Baliknya
Edarkan Ratusan Kg Kikil Berformalin, Residivis di Lubuklinggau Ditangkap
Pedagang di Tangerang Ketahuan Jual Teri hingga Usus Ayam Mengandung Zat Bahaya
Jualan Bakso Pakai Ayam Tiren Sejak 2015, Pasutri di Bantul Dibekuk Polisi
Terasi dan Kerupuk Mengandung Zat Berbahaya Ditemukan di Pasar Palembang
Petugas Temukan Rujak Mi hingga Terasi Mengandung Formalin di Palembang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami