Hot Issue

Tiki Taka Duo Jenderal Polri Hapus Status Buronan Internasional Djoko Tjandra

Tiki Taka Duo Jenderal Polri Hapus Status Buronan Internasional Djoko Tjandra
PERISTIWA | 3 November 2020 06:03 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana kasus penghapusan red notic Djoko Tjandra dengan terdakwa Irjen Napoleon, Brigjen Prasetijo Utomo dan Djoko Tjandra sendiri. Dalam dakwaan Irjen Napoleon, terungkap alur suap dari Djoko Tjandra yang saat itu berada di Kuala Lumpur, Malaysia hingga tiba di ruang Kadivhubinter Mabes Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Merdeka.com merangkum kronologis suap yang dilakukan Djoko Tjandra terhadap dua jenderal Polri serta pengusaha Tommy Suhardi berdasarkan dakwaan jaksa.

- Awal bulan April Tahun 2020
Joko Soegiarto Tjandra yang berada di Kuala Lumpur Malaysia menelepon Tommy Sumardi yang berada di Jakarta. Ia meminta Tommy untuk mengecek status Interpol Red Notice atas nama dirinya ke NCB Interpol Indonesia yang ditangani Divisi Hubungan Internasional Polri. Sebab, Djoko Tjandra ingin masuk ke wilayah RI secara sah agar dapat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam kasus korupsi Bank Bali.

Agar Joko Soegiarto Tjandra dapat masuk ke Indonesia, maka Joko Soegiarto Tjandra bersedia memberikan uang sebesar Rp10 miliar melalui Tommy Sumardi untuk diberikan kepada pihak-pihak yang ikut membantu pengurusan, terutama kepada pejabat di NCB Interpol Indonesia pada Divisi Hubungan Internasional Polri.

Selanjutnya, Tommy Suhardi langsung menghubungi Brigjen Prasetijo Utomo di kantornya pada Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bareskrim Polri. Kemudian, Brigjen Prasetijo mengenalkan dan mengantarkan Tommy ke Irjen Napoleon Bonaparte yang saat itu menjabat Kadivhbinter Polri.

- 9 April 2020
Tommy Suhardi mengirim pesan WA berupa file surat dari Anna Boentaran (Istri Djoko Tjandra) ke Brigjen Prasetijo. Selanjutnya, Prasetijo meneruskan file tersebut kepada Brigadir Fortes dan memerintahkan untuk mengeditnya sesuai format permohonan penghapusan Red Notice yang ada di Divhubinter. Setelah selesai diedit Brigadir Fortes mengirimkan kembali file tersebut untuk dikoreksi Brigjen Prasetijo.

- 16 April 2020
Sekira pukul 14.15-14.58 Wib Tommy Suhardi membawa paper bag warna gelap (merah tua) tiba di gedung TNCC Mabes Polri dan menemui Irjen Napoleon Bonaparte di ruang Kadivhbinter lantai 11 gedung tersebut.

Di saat yang sama, Tommy juga menanyakan ke Irjen Napoleon terkait status interpol Red Notice Djoko Tjandra. Yang langsung dicek oleh Irjen Napoleon. Setelah menyerahkan paper bag tersebut, Tommy Suhardi diminta Irjen Napoleon kembali esok hari.

Baca Selanjutnya: - 17 April 2020...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami