Takut Keluar Rumah, Perampok Komplotan Usman Cobra Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi

Takut Keluar Rumah, Perampok Komplotan Usman Cobra Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi
PERISTIWA | 2 Juli 2020 20:25 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tim Jatanras Polda Sumatera Selatan akhirnya meringkus Rustam (42), buronan perampok ibu rumah tangga dan membawa kabur mobil Pajero Sport Dakar dengan modus berpura-pura menjadi polisi. Sebelumnya pelaku telah beraksi dengan modus yang sama.

Pelaku diringkus tanpa perlawanan di rumahnya, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati, Palembang, Kamis (2/7). Petugas mengamankan barang bukti seperti AC, bamper depan dan MP3 Player dari mobil Pajero Sport Dakar milik korban Surati (37).

Tersangka mengaku sengaja tidak kabur meski rekannya telah tertangkap. Dia merasa takut keluar rumah terlebih menjual barang-barang hasil mempreteli dari mobil rampokan.

"Saya takut menjualnya, makanya saya tinggal di rumah saja, tidak pergi ke mana-mana," ungkap tersangka Rustam di Mapolda Sumsel, Kamis (2/7).

Dia berdalih sedang membutuhkan uang sehingga melakukan kejahatan. Pengalaman itu didapatnya ketika beraksi bersama rekannya, DK (DPO) yang merampok pengemudi dan membawa kabur mobil Kijang Innova pada Jumat (26/6). Lagi-lagi dia belum sempat menjual mobil rampokan.

"Motifnya sama, pura-pura jadi polisi. Saya beli kaos polisi, celana, dan borgol, modal habis Rp 180 ribu. Mobil Innova itu juga masih di rumah, saya tidak berani menjualnya," ujarnya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, dua pelaku perampokan IRT telah tertangkap setelah sebelumnya tersangka Joni alias Usman Cobra (46). Kini petugas memburu DK yang terlibat dalam perampokan mobil bersama tersangka Rustam.

"Saya minta DK menyerahkan diri jika tidak ingin diberikan tindakan tegas," tegasnya.

Diketahui, seorang IRT Surati (37), menjadi korban perampokan saat berkendara siang bolong sehingga harus kehilangan mobil Pajero Sport Dakar miliknya ketika melintas di Jalan Soekarno Hatta Palembang, Senin (29/6) pukul 11.00 WIB.

Dirinya dipepet dua pelaku berboncengan sepeda motor dan mencegatnya untuk berhenti. Kedua pelaku mengaku anggota polisi yang sedang merazia narkoba. Namun, tangan korban justru diborgol dan salah satu pelaku mengemudikan mobil itu diiringi rekannya dari belakang menggunakan motor.

Beberapa kilometer dari TKP, korban diturunkan dari mobil. Kedua pelaku membawa kabur mobil dan ponsel milik korban.

"Saya kira polisi beneran, jadi nurut saja ada pemeriksaan narkoba. Tapi saya diborgol dan ditinggalkan di pinggir jalan, mereka bilang nanti ada polisi dari polsek yang menjemput," ungkap korban Surati, Rabu (1/7).

Dalam posisi tangan terborgol, korban pulang ke rumahnya jalan kaki sejauh 7 km. Kemudian dia melapor ke polisi setelah borgol dilepas sekuriti perumahan.

Dalam hitungan jam, polisi meringkus satu dari dua pelaku, yakni Joni alias Usman Cobra (46), warga Mariana, Banyuasin, Sumsel. Sedangkan rekannya berinisial RT masih diburu polisi.

Tersangka mengaku ide perampokan berasal dari rekannya. Dia bertugas membawa sepeda motor dan memborgol tangan korban dengan berpura-pura anggota polisi.
Tersangka sudah tiga kali keluar masuk penjara, bahkan dimulai sejak berusia 14 tahun karena kasus pembunuhan.

Kemudian 13 tahun lalu dia kembali melakukan pembunuhan karena kasus narkoba dan terakhir dipenjara kasus pencurian sepeda motor. (mdk/gil)

Baca juga:
Ngaku Polisi, Usman Cobra Rampok IRT Siang Bolong & Bawa Kabur Pajero Sport
Pulang Kerja Naik Angkot, 2 Wanita Jadi Korban Perampokan
Dua Pelaku Perampokan Tenaga Medis RS Depok Dibekuk Polisi
Terjerat Utang, 2 Tukang Parkir Asal Palembang Begal Pengemudi Taksi Online
Perampok Rampas Rp100 Juta dan Tembak Korbannya di Karo
Pulang Dinas, Dua Tenaga Medis Dirampok Dalam Angkot di Depok

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami