Takut, Xenia Angkut Pemudik Kabur hingga Kejar-kejaran dengan Polisi

Takut, Xenia Angkut Pemudik Kabur hingga Kejar-kejaran dengan Polisi
PERISTIWA | 22 Mei 2020 20:36 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Sebuah mini bus Daihatsu Xenia dengan pelat nomor Z 1104 KH yang mengangkut 6 orang penumpang dibalikarahkan oleh petugas polisi yang berjaga di pos check point Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat (22/5). Sebelumnya, mobil tersebut sempat kabur saat hendak diperiksa oleh petugas dan sempat terjadi aksi kejar mengejar.

Kasat Lantas Polres Garut, AKP Asep Nugraha mengatakan bahwa awalnya mobil yang mengarah ke Tasikmalaya dan dikemudikan oleh seorang perempuan bernama Kiki (25) itu diberhentikan di check point Limbangan. Mobil tersebut sempat berhenti dan petugas pun mendekati untuk memeriksa kendaraan, termasuk jumlah penumpangnya.

"Belum sempat diperiksa, mobil tersebut langsung tancap gas ke arah Tasikmalaya. Karena curiga, kita langsung mengejarnya," katanya.

Asep menyebut bahwa dirinya yang memimpin proses pengejaran tersebut. Mobil tersebut akhirnya bisa diberhentikan di daerah Sasakbeusi, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut setelah terjadi aksi kejar mengejar cukup jauh.

Pihaknya pun langsung melakukan pemeriksaan awal kepada pengemudi berikut para penumpangnya. Asep memastikan bahwa di dalam kendaraannya tidak ada benda-benda yang mencurigakan, baik senjata tajam atau narkoba.

"Pengakuan sopir, dia kabur karena tidak memiliki surat izin mengemudi dan takut diputarbalikan. Mereka selanjutnya kami serahkan ke Polsek Limbangan untuk proses lebih lanjut," sebutnya.

1 dari 1 halaman

Diputarbalik

Sementara itu, Kapolsek Limbangan, Kompol Hermansyah mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, ketujuh orang di dalam mobil berikut sopir diketahui merupakan warga Tasikmalaya. Mobil tersebut pun diketahui sengaja dirental untuk menjemput empat orang dari Bandung dan Bekasi.

"Jadi sopir ini bersama dua rekannya sengaja berangkat ke Bekasi dilanjut ke Bandung untuk menjemput empat temannya. Begitu di check point Limbangan, mobilnya dihentikan petugas untuk diperiksa. Tetapi karena takut diputarbalikan dan pengemudinya tidak punya SIM, dia langsung tancap gas melarikan diri, tetapi akhirnya bisa dihentikan setelah dikejar petugas," ungkapnya.

Pengemudi mobil tersebut, dikatakan Herman, diberikan tindakan berupa penilangan karena tidak ditemukan adanya unsur pidana.

"Selain itu juga mereka diputarbalikan karena tujuannya mudik ke kampung halamannya di Tasik dan diarahkan untuk mengurangi penumpang karena melanggar protokol kesehatan," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Razia Penyekatan, Pemudik Dipaksa Putar Balik
Demi Bisa Mudik, Warga Nekat Sembunyi di Bak Truk Tronton
Truk Berisi Penumpang Ilegal Diamankan Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat
Takut, Xenia Angkut Pemudik Kabur hingga Kejar-kejaran dengan Polisi
Pemudik Meningkat H-2 Lebaran Lewat Tol Jakarta-Cikampek
Pemandangan Kontras H-2 Lebaran di Stasiun Pasar Senen Sebelum dan Saat Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami