Tambang Ilegal di Parigi Moutong Longsor, 3 Penambang Emas Tewas 5 Hilang

Tambang Ilegal di Parigi Moutong Longsor, 3 Penambang Emas Tewas 5 Hilang
Proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun longsor di lokasi tambang emas tanpa izin di Parigi Moutong.
PERISTIWA | 25 Februari 2021 09:17 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Longsor terjadi di lokasi penambangan emas ilegal di Dusun Sinaa, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (24/2) petang. Sekurangnya 26 orang penambang sempat tertimbun dalam peristiwa ini.

Data sementara dihimpun Basarnas Palu, 15 korban ditemukan selamat, 3 orang luka-luka, dan 3 dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu 5 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

"Kami berharap korban tertimbun longsor bisa segera dievakuasi. Mudah-mudahan semua dalam keadaan baik. Laporan kami terima, Tim SAR terus berupaya melakukan kegiatan evakuasi," kata pejabat Humas Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Fatmawati, yang dihubungi Antara di Palu, Kamis (25/2).

Sekurangnya 36 orang dari berbagai unsur SAR dilibatkan dalam operasi pencarian korban tertimbun longsor di lokasi penambangan emas tanpa izin itu. "Di lokasi longsor sudah ada tim kami dari Pos SAR Parigi dan personel Kantor SAR Palu bersama unsur SAR lainnya yang terhimpun dalam tim gabungan termasuk TNI/Polri," kata Fatmawati.

Personel Basarnas dikerahkan ke lokasi tambang di Desa Buranga pada Rabu (24/2) Pukul 21.20 WITA setelah menerima laporan masyarakat. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Lokasinya berjarak sekitar 52 kilometer dari Kota Parigi, ibu kota Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Parigi Moutong, alat-alat berat dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Korban yang berhasil dievakuasi telah dilarikan ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Satu per satu korban dievakuasi dari timbunan material longsor menggunakan ekskavator," kata Arifin, salah seorang staf Pemerintah Kecamatan Ampibabo saat berada di lokasi tambang. (mdk/yan)

Baca juga:
Polisi Tangkap Tiga Penambang Emas Ilegal Bersenjata Api di Kapuas
Tiga Penambang Emas Liar Diciduk, Satu Kaleng Sianida Diamankan
Wagub Jabar Sebut Penambangan Liar Jadi Penyebab Banjir di Subang
Tambang Emas Ilegal Marak Lagi di Dongi-Dongi Sulteng
Polda Jambi Giring Keluar 34 Ekskavator dari Area Tambang Emas Tanpa Izin

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami