Tampilkan Kostum 11 Negara Asean, Solo Batik Carnival Berlangsung Meriah

PERISTIWA | 28 Juli 2019 04:05 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ribuan warga menyaksikan gelaran Solo Batik Carnival (SBC) ke-12 di depan Stadion Sriwedari, sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Balai Kota, Sabtu (27/7). Masyarakat dan wisatawan disuguhi keindahan kostum batik 11 negara Asia Tenggara dan ratusan peserta yang mengenakan karya batik lainnya.

Event tahunan tersebut dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Multikultur Kementerian Pariwisata dan Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, pukul 15.00 WIB. Pembukaan ditandai dengan pemakaian mahkota dengan aksen janur pada dua maskot SBC yaitu Loro Blonyo (pasangan pengantin Jawa, Dewi Sri dan Raden Sadono).

"Hari ini saya datang ke Solo, melihat Solo Batik Carnival yang meriah dengan kostum yang sangat kreatif. Sesuai keinginan Presiden agar pariwisata banyak atraksi, agar turisme kita juga semakin meriah," ujar Ganjar saat memberikan sambutan.

Ia berharap SBC sebagai salah satu pertunjukan seni dan budaya, mampu menjadi daya tarik agar wisatawan baik domestik maupun luar negeri mengunjungi kota Solo.

Ketua Yayasan SBC Lia Imelda menyampaikan SBC tahun 2019 ini mengusung tema 'Suvarnabhumi The Golden of ASEAN'. Tema ini, dikatakannya, untuk mengapresiasi batik pada level atau cakupan yang lebih luas. Tak hanya untuk orang Indonesia namun juga untuk masyarakat dunia.

Menurutnya, pada ajang tahunan ini peserta menunjukkan kemegahan kostum yang mempresentasikan 11 negara Asean. Yakni tuan rumah Indonesia (Wonderful Indonesia), Filipina (Kay Ganda Philippines), Malaysia (Truly Asia), Myanmar (Be Anchented, Myyanmar), Brunai Darussalam (The Greean Heart of Borneo), Laos (Simply Beatiful Laos), Vietnam (Times Charm, Vietnam), Kamboja (Kingdom of Wonder Kambiodia), Timor Leste (Being Fists Has Its Rewards), Thailand (Amazing Thailand) dan Singapura (Passion Made Passible).

"Dengan mengangkat tema tersebut SBC ke-12 dapat diibaratkan sebagai 'emas' yang berharga dan dicari banyak orang," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan menambahkan, SBC termasuk top 100 event pariwisata nasional. Ia berharap penyelenggaraan SBC mampu meningkatkan kedatangan wisatawan datang ke Kota Bengawan.