Tanah Longsor Rusak Rumah Warga Madiun

Tanah Longsor Rusak Rumah Warga Madiun
Longsor Rusak Rumah Warga Madiun. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 15 Februari 2021 16:43 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Hujan deras selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di Desa Batok, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hingga mengakibatkan rumah warga rusak. Sesuai data, rumah warga yang rusak adalah milik Martun warga desa setempat.

Tebing di belakang rumah Martun longsor kecil secara perlahan pada Minggu (14/2) malam setelah hujan deras terjadi dalam waktu cukup lama di wilayah Kabupaten Madiun. Tebing longsor tersebut kemudian menjebolkan dinding tiga kamar bangunan rumah Martun.

"Sejak Minggu (14/2) sore sudah hujan deras. Setelah itu, terjadi longsor sedikit demi sedikit. Malam harinya langsung ambrol dan menjebolkan dinding kamar," ujar Pendik Pratama, anak Martun, di Madiun dilansir Antara, Senin (15/2).

Beruntung saat longsor kecil, ia bersama ibu dan kakaknya sudah mengungsi ke tempat tetangga yang aman. Sehingga saat longsor besar terjadi tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Selain di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, tanah longsor juga merusak dapur milik salah satu warga di Desa Cermo, Kecamatan Kare. Sebelum kejadian longsor, warga sekitar mendengar suara gemuruh kencang dari belakang rumah.

"Ternyata suara tersebut dari longsoran tebing yang berada tepat di belakang rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata perangkat Desa Cermo Endang Sukaesih.

Ia menambahkan selain menimpa rumah, bencana longsor juga menutup akses jalan antarkecamatan dan desa di kawasan lereng Gunung Wilis itu. Warga bersama petugas dari BPBD Kabupaten Madiun, dibantu oleh Tagana, relawan, serta anggota koramil dan polsek setempat hingga Senin siang bergotong royong membersihkan material tanah longsor. Baik longsoran tebing yang mengenai bangunan rumah maupun yang menutupi jalan desa.

Endang menilai, curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir, membuat tebing di belakang rumah tersebut longsor karena tidak kuat menahan banyaknya debit air hujan yang masuk ke dalam tanah.

Pihaknya juga meminta warga sekitar untuk waspada, karena longsor susulan mengancam di kawasan setempat. Hal itu karena diprediksi curah hujan masih tinggi hingga beberapa hari ke depan. Bahkan BMKG telah merilis jika puncak musim hujan Tahun 2021 terjadi pada Bulan Februari.

Petugas mencatat, hingga Senin (15/2) siang tercatat terdapat lebih dari delapan titik tebing mengalami longsor dan menutup akses jalan desa di wilayah Kecamatan Kare dan Gemarang.

Sesuai pemetaan BPBD Kabupaten Madiun, Kecamatan Kare merupakan satu dari sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun yang rawan bencana tanah longsor saat musim hujan berlangsung.

Selain Kare, kecamatan di Kabupaten Madiun yang rawan terjadi bencana tanah longsor di antaranya adalah Kecamatan Saradan, Dagangan, Wungu, dan Gemarang. Warga di wilayah tersebut diminta waspada jika curah hujan tinggi berlangsung. (mdk/ray)

Baca juga:
Cari 16 Korban Longsor Nganjuk, Tim SAR Kerahkan 30 Personel dan Satu Eskavator
Ini Nama Korban Tanah Longsor Nganjuk, Seorang Tengah Hamil 4 Bulan
3 Kabar Terbaru Banjir dan Tanah Longsor di Nganjuk, Ini Hasil Pencarian Korban
4 Warga Korban Tanah Longsor di Nganjuk Ditemukan, 2 Meninggal Dunia, 16 Masih Dicari
BPBD: 20 Warga Hilang Akibat Tanah Longsor di Nganjuk

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami