Tangani Covid-19, Pemkot Tarakan Bentuk RT Siaga

Tangani Covid-19, Pemkot Tarakan Bentuk RT Siaga
PERISTIWA | 29 Maret 2020 18:59 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Memanfaatkan jejaring masyarakat hingga tingkat bawah, Pemerintah Kota Tarakan membentuk RT siaga untuk melakukan pemantauan sekaligus sumber informasi resmi pencegahan Covid-19.

Ketua RT diminta peran aktifnya untuk memantau lingkungan serta keluar masuknya warga, khususnya yang datang dari daerah terjangkit.

"Kami merasa perlu untuk membuat jejaring petugas yang lebih kuat sampai ke RT. Bagaimana menyiapkan yang namanya RT siaga Covid-19, karena kalau mengandalkan petugas puskesmas dan petugas dari satgas, itu dengan melihat semakin banyaknya pasien yang ODP dan PDP itu akan menjadi kewalahan kalau tidak dibantu jejaring yang lebih kuat," jelas Wali Kota Tarakan, Khairul.

Letak geografis Tarakan sebagai daerah transit dan pintu masuk menuju Provinsi Kaltara, membuat Wali Kota Tarakan patut mengambil langkah antisipasi dengan mengawasi setiap warga yang datang. Hal ini memerlukan peran serta aparatur RT, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Bagaimana melapor orang masuk ke daerah masing-masing ke satgas, karena data kita setiap hari kalau di bandara ada 1000 orang masuk, 500 orang keluar. Dari pelabuhan itu ada 1000 orang yang masuk, ini tentu kerawanan yang luar biasa, setelah dia tiba dari bandara dan pelabuhan, bagaimana kita mengawasi mereka ketika sampai di RT nya masing-masing," ujar Khairul.

Pemerintah Kota Tarakan akan melakukan pertemuan tatap muka singkat dengan para ketua RT, untuk memberikan pemahaman terkait tugas dan peran RT siaga Covid-19. Dengan jumlah 444 RT, pertemuan akan dilakukan secara berkala.

"Kita berharap nanti setiap RT ada WA grup dengan warganya, sehingga nanti disitu juga ada pertanyaan, dia bisa memantau termasuk mencegah hoax. Termasuk nanti apa yang harus kita lakukan bersama-sama, di setiap kejadian maupun perkembangan yang ada," pungkas Khairul.

Khairul menambahkan, Pemerintah Kota Tarakan juga telah menyiapkan langkah jika terjadi skenario terburuk dalam penyebaran Covid-19. Peran serta aparatur RT sebagai ujung tombak pemerintahan sangat dibutuhkan, untuk membantu upaya pemerintah.

"Kalau misalnya nanti betul betul kita lakukan karantina lokal, maka dia (Ketua RT) juga membantu orang keluar masuk. Karena sebenarnya kalau sudah karantina ini, orang itu keluar hanya untuk membeli makanan atau untuk pelayanan kesehatan, selebihnya kalau tidak perlu jangan keluar rumah," jelas Khairul. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5