Tanggapan Mantan Kepala Sekolah, Enzo Disebut-sebut Terpapar Radikalisme

PERISTIWA | 7 Agustus 2019 16:51 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Kepala Sekolah SMA Pesantren Al-Bayan Anyer Deden Ramdani membantah mantan muridnya, Enzo Zenz Allie remaja keturunan Prancis-Indonesia yang lulus menjadi Calon Taruna (Catar) Akademi TNI terpapar radikalisme.

Deden mengatakan, siswa-siswa di pondok pesantren tersebut dibentuk dengan pemahaman Islam ahlussunnah wal jamaah dan menanamkan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pihaknya pun telah mendapat informasi langsung dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI, saat test ideologi, Enz dinyatakan lulus dan benar-benar Pancasiliasi dan cinta NKRI.

"Mendengar itu kami lucu, terutama pribadi saya. Karena kami ini sudah bentuk siswa ahlussunah wal jamaah dan NKRI harga mati. Bendera di depan pesantren bendera NU dan Indonesia," kata Deden saat ditemui di Pesantren Al-Bayan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (7/8).

Pendidikan keagamaan di sekolah tersebut pun diintegrasikan dengan pemahaman kebangsaan seperti materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bahkan setiap upacara Agustus siswanya rutin terpilih untuk menjadi anggota paskibra di tingkat kecamatan.

"Itu sangat kontradiktif dengan pemahaman khilafah karena mereka mah tidak akan seperti itu (upacara 17 Agustus) Tidak akan," katanya.

Deden pun menegaskan dirinya dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait isu yang menyebutkan bahwa mantan muridnya tersebut terpapar radikalisme.

"Insya Allah kalau kami dibutuhkan untuk klarifikasi kami siap," katanya.

Baca juga:
Menhan Soal Kabar Enzo Terpapar Radikalisme: Kalau Benar Saya Suruh Berhenti !
Sosok Enzo, Tentara Akmil Keturunan Prancis di Mata Mantan Kepala Sekolah
BIN Ingin Prajurit TNI Terpapar Radikalisme Disterilisasi
TNI Soal Taruna Akmil Enzo Terpapar Radikalisme: Tak Bisa Cuma Dilihat dari Facebook
TNI Yakin Taruna Akmil Keturunan Prancis Enzo Tak Terpapar Radikalisme
Panglima TNI Pastikan Taruna Akmil Enzo Zenz Berstatus WNI

(mdk/rhm)