Tanggapan Para Tokoh soal Ceramah Ustaz Abdul Somad

PERISTIWA | 23 Agustus 2019 06:15 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Ustaz Abdul Somad sudah memberikan klarifikasi terkait video ceramahnya yang viral. Dalam video tersebut, Ustaz Somad dinilai menghina salah satu simbol agama dalam ceramahnya. Ustaz Abdul Somad dianggap menghina lambang-lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung yang berujung pelaporan dirinya kepihak polisi.

Ustaz Abdul Somad mengatakan, video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau.

Dia menambahkan dirinya hanya menjelaskan akidah, keyakinan seorang muslim. Kala itu dia mengingatkan bahwa malaikat enggan masuk ke dalam rumah jika di dalamnya ada simbol patung.

"Oleh sebab itu, penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga akidah umat Islam. Saya tidak sedang dalam kapasitas perbandingan agama, atau berdebat atau berdialog, tapi menjelaskan akidah umat Islam," jelas Ustaz Somad.

Ceramah Ustaz Somad mengundang berbagai komentar dari berbagai tokoh. Berikut tanggapan para tokoh terkait ceramah Ustaz Abdul Somad:

1 dari 4 halaman

Pesan Khusus JK: Beri Khotbah Harus Adem

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi ceramah Ustaz Abdul Somad yang diduga menghina agama lain. Menurutnya, tokoh agama harus memberikan khotbah dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

"Pertama, kita semua, Islam, Kristen, Budha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem, dan lebih menghormati satu sama lain," kata JK.

Dia meminta kasus yang kini sedang menimpa Ustaz Somad sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. JK juga meminta Ustaz Somad agar mengklarifikasi pernyataannya tersebut yang diduga menyinggung umat lain.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini," ungkap JK.

2 dari 4 halaman

Pesan MUI untuk Ustaz Somad

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) agar tak kembali membahas hal-hal yang dapat menyinggung seseorang maupun agama dalam berdakwah.

"Kami tidak dalam rangka menghakimi Ustaz Abdul Somad ya. Tapi dalam rangka bagaimana agar persoalan ini tidak melebar. Tapi memang ada satu diskusi di internal tadi itu jangan masuk ke wilayah yang sifatnya itu bisa menyinggung orang lain," ujar Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi, di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Terkait ceramah UAS, dia berpendapat hadist yang dibacakannya itu termasuk hal yang sensitif dan masih memiliki makna berbeda dari orang yang menerimanya.

"Soal patung itu misalnya, soal patung itu tadi sudah disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad. Itu dari hadist. Ternyata kalau dalam kajian Islam hadist itu masuk dalam wilayah fidriyah atau yang bisa pendapatnya berbeda antara satu dengan yang lain. Persoalan seperti itu kita menginginkan Ustaz Abdul Somad tidak masuk dalam wilayah seperti itu. Apalagi misalnya menyinggung persoalan ke agama lain. Tapi tadi kan UAS sudah menjelaskan sama penjelasannya seperti yang dikemukakan itu. Ini adalah wilayah internal kita," ujarnya.

Untuk meredam persoalan Ustaz Somad terkait ceramahnya yang menjadi viral, Masduki mengatakan akan melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh lintas agama. Diharapkan, silaturahmi ini dapat mencabut laporan polisi.

"Pekan depan saya kira sudah mulai dilakukan silaturahim. Ya harapannya supaya tidak ada gugatan balasan dari pihak yang lain dan kemudian kalau dicabut ya lebih bagus," kata Masduki.

3 dari 4 halaman

Serahkan Kepihak Berwajib

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj enggan berkomentar terkait kasus Ustaz Somad yang diduga menghina agama lain dalam ceramahnya beberapa waktu lalu yang berujung pelaporan Ustaz Somad ke polisi.

Said menyerahkan semuanya kepihak berwajib. Karena ceramah Ustaz Somad merupakan urusan penegak hukum. "Serahkan ke yang berwajib, itu urusan hukum," kata Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

4 dari 4 halaman

Saling Memaafkan

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengingatkan kepada Ustaz Somad dan pendakwah lainnya untuk lebih hati-hati menyampaikan isi ceramahnya. Karena saat ini sudah zamannya media sosial yang siap saja dengan mudah menyebar tanpa ada klarifikasi.

Terkait kasus Ustaz Somad yang dilaporkan ke polisi, menurut Dadang apa yang disampaikan Ustaz Somad berdasarkan rujukan kitab agama Islam. Dia yakin, Ustaz Somad tidak ada niatan untuk menyinggung siapun.

"Ini bentuk intoleransi. Kalau ada kesalahan dari tokoh itu semestinya kita saling memaafkan. Saya yakin itu tidak sengaja," ujar Dadang.

(mdk/has)