Tangis Keluarga Pecah saat Brimob Tewas Tersambar Petir di Gunung Welirang Dimakamkan

Tangis Keluarga Pecah saat Brimob Tewas Tersambar Petir di Gunung Welirang Dimakamkan
PERISTIWA | 17 Desember 2019 19:51 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Suasana haru menyeruak ketika mobil jenazah yang membawa almarhum Bripda Fredy Kusbiantoro, korban tewas tersambar petir saat mengikuti pendidikan Brimob di Puncak Gunung Ringgit, Pasuruan, Jawa Timur.

Derai air mata keluarga dan peziarah pun ikut tumpah di tengah hujan gerimis yang mengiringi prosesi pemakaman jenazah di Desa Simo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Di tengah suasana duka itu, sang ibu, Sri Suryati hanya bisa berteriak memanggil nama anak bungsunya itu. "Saya pengen melihat Fredy untuk terakhir kali," pintanya di depan peti jenazah Bripda Fredy, Selasa (17/12).

Sementara sang bapak, Lardi Wardoyo, berusaha di samping ibu korban. "Sabar bu. Ini ujian. Kita harus sabar, kita doakan saja Fredy," katanya berusaha menenangkan.

1 dari 2 halaman

Tersambar Petir saat Pendidikan

Bripda Fredy dimakamkan dengan cara Kepolisian di pemakaman umum Desa Simo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Bertindak sebagai inspektur upacara, Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika.

Kombes Pol I Ketut mengatakan, bahwa Bripda Fredy menjadi korban tersambar petir saat menjalankan tugas melaksanakan kegiatan pendidikan dasar Brimob. "Ya kemarin (Senin) kejadiannya," katanya.

Dia menyebutkan bahwa diakhir pendidikan, musibah datang. Tidak ada yang menghendaki. Dia menyebutkan bahwa cuaca saat itu tidak mendukung.

"Sehingga menyebabkan 3 anggota meninggal dunia. Salah satunya Fredy. Saya minta doanya agar Bripda Fredy diterima di sisi Nya," jelasnya.

Menurutnya Bripda Fredy meninggal karena menderita luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya. Demikian juga dengan 2 anggota lainnya juga mengalami luka bakar

"Dua lainnya juga sudah dikirim ke rumah masing-masing. Sesuai permintaan keluarganya," jelasnya.

Sementara, korban luka ada 9 orang yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Dia mengklaim bahwa kondisinya sudah stabil dan dalam masa pemulihan trauma.

2 dari 2 halaman

Keluarga Ikhlas

Sementara itu, keluarga dari korban tersambar petir siswa Pusdik Brimob Watukosek, Bripda Fredy Kusbiantoro mengaku tidak berfirasat apapun terkait dengan insiden itu. Bahkan kabar meninggalnya anak bungsu dari Lardi Wardoyo dan Sri Suryati diterima setelah 4 jam kejadian.

"Kami baru mendapatkan kabar saat magrib kemarin. Sekitar pukul 17.30 wib, " kata kakak Ipar dari Bripda Fredy Kusbiantoro, Jatmiko.

Itu pun, kata dia, informasi yang keluarga Bripda Fredy dapat belum valid. Dia mengatakan, Bhabinkamtibmas dari Polsek Slahung yang datang mengabarkan ke rumah duka.

"Memang mengabarkan. Tapi namanya salah bukan nama adik saya. Cuma nomor siswa nya benar. Makanya awalnya keluarga belum percaya," terangnya.

Menurutnya berbekal kebimbangan, dirinya mencoba melacak kabar tersebut. Dan sekitar pukul 18.30 Wib, kabar yang semula simpang siur menjadi kenyataan.

"Adik saya memang meninggal karena disambar petir. Ibu langsung shock sampai sekarang," jelasnya.

Sementara, sang ayah, Lardi Wardoyo mengaku sudah ikhlas. Dia mengatakan mengetahuinya dari menantunya jika anak bungsunya tidak ada.

"Ya dapat kabar jika Fredy kesambar petir. Ya sedih. Tapi mau gimana lagi. Kami harus ikhlas menerimanya," katanya sambil menahan tangis.

Sebelumnya, tiga peserta didik Dasar Bintara (Daspa) dan Dasar Perwira (Daspa) dari Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan tewas setelah tersambar petir saat menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit, Pasuruan, Senin (16/12).

Ketiga jenazah insiden tersambar petir ini antara lain Wisnu Mukti S nomor siswa 048 Salrim Da Jateng, Fredy Kusbiantoro, nosis 182 Salrim Da Jatim dan Rizky Setiawan Pratama nosis 244 salrim Da DIY. (mdk/gil)

Baca juga:
3 Jenazah Siswa Pusdik Brimob Watukosek Diserahkan ke Keluarga
Anggota Brimob Tewas Tersambar Petir Saat Pendidikan di Gunung Welirang
Tersambar Petir di Gunung Wilirang, 3 Siswa Didik Polisi Tewas dan 5 Luka
Kondisi Tubuh Manusia Jika Tersambar Petir
Pulang dari Sawah, Petani di Bogor Tewas Tersambar Petir
Belasan Sapi Mati Bersamaan Usai Disambar Petir di Kupang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami