Tangisan Haru Anak Yatim Piatu di NTT Lolos Tes Bintara Polda

Tangisan Haru Anak Yatim Piatu di NTT Lolos Tes Bintara Polda
Yosep Efendi Djawa. ©2021 Merdeka.com/ananias petrus
NEWS | 25 Juli 2021 00:06 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Tangis Yosep Efendi Djawa (19), calon bintara Polri asal Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pecah, ketika mengetahui namanya masuk dalam rombongan peserta penerimaan terpadu calon polisi Panitia Daerah Polda NTT.

Yosep Efendi Djawa bakal menjadi salah satu calon bintara Polri yang akan dididik di SPN Polda NTT untuk tahun 2021. Yosep merupakan anak yatim piatu. Ayahnya Vinsensius Dala meninggal sejak empat tahun lalu. Kepergian ayahnya juga membuat ibunya Vincentia Dala sakit-sakit, hingga ikut meninggal satu tahun lalu.

Yosep dan ketiga kakaknya menjadi anak yatim piatu. Mereka kemudian diasuh oleh Aloysius Fare (56) di Kabupaten Nagakeo. Pada tahun 2020 lalu, Yosep mengadu untung menjadi anggota Polri dengan mendaftarkan diri di Polres Nagakeo.

Namun nasib untung belum berpihak pada Yosep. Ia kandas saat pemeriksaan kesehatan. Gagal pada penerimaan tahun 2020 tidak menyurutkan semangat juang dan mimpinya menjadi anggota Polri.

Tahapan demi tahapan diikuti sejak bulan April 2021. Awalnya ia ragu saat dipilih menjadi perwakilan mengikuti sidang penetapan kelulusan akhir penerimaan terpadu bintara dan tamtama, Polri TA 2021 dan gelombang I TA 2022 panda Polda NTT di aula Rupatama lantai III Polda NTT.

Apalagi saat itu ia harus menghadirkan walinya. Namun ia optimis bisa lulus seleksi, walau sedikit ragu, ia tetap mengajak Aloysius Fare ikut serta menjadi perwakilan orang tua mengikuti sidang yang dipimpin Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.

Tegang dan galau bercampur aduk saat pengumuman diundur dari pukul 14.00 wita ke pukul 16.00 Wita. Sambil memanjatkan doa, ia mencoba meyakinkan diri dan walinya kalau ia bisa lolos dan sukses.

Acara demi acara yang berlangsung di ruangan Rupatama lantai III Polda NTT terasa sangat lama, karena ia dan sang wali tidak sabar menunggu pengumuman akhir.

Begitu tiba giliran pengumuman untuk kelulusan peserta dari Kabupaten Nagakeo, Yosep pun menangis haru. Ia mengingat kedua orang tuanya yang telah tiada dan tidak bisa menyaksikan keberhasilannya.

Ia juga terbata-bata saat Kapolda NTT membuka dialog menanyakan orang tua dan asalnya. Yosep Efendi Djawa seakan tak mampu menyampaikan kepada Kapolda NTT, kalau ia hanya hadir dengan wali dan kedua orang tuanya telah tiada.

Begitu Kapolda NTT memberikan kesempatan kepadanya untuk memeluk sang wali, Yosep pun menangis haru dan memeluk lama Aloysius Fare.

Aloysius pun tenggelam dalam keharuan dan rasa gembira. Yosep dan sang wali pun tidak dapat menyembunyikan kegembiraan dan keharuan mereka.

Suasana ruangan pun hening beberapa saat menyaksikan pemandangan itu. Beberapa yang hadir di ruangan juga meneteskan airmata.

Setelah hening beberapa saat, suasana ruangan menjadi gemuruh ketika Kapolda NTT memecah keheningan itu dengan meminta peserta yang hadir untuk memberikan aplaus kepada Yosep.

"Ini sungguh kemurahan Tuhan. Perjuangan saya diberkati Tuhan walau tidak disaksikan kedua orang tua saya," ujar Yosep usai pengumuman hasil.

Aloysius Fare juga berterima kasih kepada Kapolda NTT dan jajaran yang memperjuangkan penambahan kuota sehingga banyak peserta yang diakomodir.

"Terima kasih kami kepada Kapolda NTT dan Karo SDM. Ini kisah yang luar biasa, anak yatim piatu berkesempatan menjadi anggota Polri," ucapnya.

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif saat pengumuman kelulusan tersebut berterima kasih dan menyampaikan apresiasinya bagi panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal yang bekerja selama empat bulan terakhir.

"Semua sudah berusaha maksimal tapi ada aturan tentang kuota," ujar jenderal polisi bintang dua ini.

Bagi peserta yang akan mengikuti pendidikan gelombang kedua pada 8 Februari hingga 7 Juli 2022 mendatang, Lotharia berharap menjaga diri secara baik dan mengikuti aturan.

"Jangan lakukan pelanggaran etika, disiplin dan pidana. Yang belum lulus terpilih tetap semangat karena perjuangan ini penuh doa dan pengorbanan," ungkapannya.

Kapolda mengajak semua pihak mensyukuri apa yang ada, jangan mengeluh selama di lembaga pendidikan karena terkadang setelah menjadi anggota Polri membuat pelanggaran hingga dipecat. (mdk/bal)

Baca juga:
Sempat Ditutup Antisipasi Demo, Jalan Menuju Istana Merdeka Kembali Dibuka
Polda Metro: Jakarta Kondusif, 6 Remaja yang Ditangkap Sudah Pulang
Polisi Buru Provokator Demo 'Jokowi End Game' di Jakarta
Polisi: Jadi Korban Calo Kremasi, Segera Lapor!
Kabareskrim Pastikan Stok Obat-Obatan Covid-19 Masih Terkendali

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami