Tangkal Kabar Hoaks dan Provokatif, Polisi Patroli Siber Jelang Reuni 212

PERISTIWA | 29 November 2019 11:00 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi melakukan patroli siber menjelang diadakannya reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212. Acara tersebut rencananya akan digelar di Monas, Jakarta Pusat pada Senin (2/12).

Direktur Tindak Pidana Khusus (Dir Krimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, patroli dilakukan untuk mengantisipasi adanya isu bersifat provokatif sehingga dapat mengganggu kondisi bangsa.

"Menjelang 212, patroli siber sampai sejauh ini kita lakukan patroli," kata Iwan saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (29/11).

Dia menjelaskan, acara reuni akbar PA 212 nanti hanya kegiatan keagamaan biasa saja. Untuk sementara ini, tidak ada penyebaran isu provokatif dan hoaks di media sosial terkait acara tersebut.

"Ini kan kegiatan agama, kalaupun ada isu-isu akan kita antisipasi. Isu hoaks belum ada perubahan signifikan," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Reuni 212 Diizinkan Polri

Polri telah mengeluarkan izin penyelenggaraan reuni 212 di Monumen Nasional (Monas). Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, sejauh ini belum terlihat adanya pergerakan massa aksi reuni 212 dari luar kota menuju Jakarta. Namun, antisipasi pergerakan massa tetap menjadi perhatian Polri.

"Kita melakukan upaya preventif. Memberikan imbauan dan arahan untuk kiranya kegiatan ini dilaksanakan kegiatan ini sebagaimana harapan kita," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/11).

Asep berharap, massa reuni 212 dapat tertib dan mematuhi aturan hukum yang berlaku saat kegiatan berlangsung.

"Kegiatan ini harus tertib dan tidak menimbulkan kegaduhan, ketidaknyamanan ke masyarakat lain. Harus menghormati hak asasi orang lain, menjaga ketertiban, dan menaati kaidah norma yang secara umum berlaku. Harus menjaga keutuhan NKRI," Asep menandaskan.

2 dari 2 halaman

Peserta Reuni 212 Diminta Tak Anarkis

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengklaim tidak diundang jelang acara reuni Persaudaraan Alumni 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember nanti. Dia mengatakan, saat ini visi dan misi 212 yang dulu sudah selesai.

"Kalau 212 yang asli sudah selesai. Yang ini bentukan baru. Kalau yang asli kan sudah selesai. untuk GNPf MUI sudah dibubarkan semua tugasnya 212 kan sudah selesai, nah itu kan kemudian muncul baru lagi," katanya di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Kamis (28/11).

Ma'ruf menjelaskan tidak melarang PA 212 untuk menggelar acara pada 2 Desember nanti. Tetapi dia meminta agar dalam hal tersebut tidak menimbulkan kegaduhan dan anarkis.

"Jadi intinya itu jangan menimbulkan tindakan-tindakan anarkis. Kalau orang silaturahim, berkumpul, boleh saja. Tapi jangan menimbulkan kegaduhan," ungkap Ma'ruf.

Sementara Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid tidak melarang gerakan 212 akan menggelar reuni akbar yang digelar pada 2 Desember mendatang. Dia berharap dengan adanya acara tersebut pihak 212 akan mengisi dengan hal positif.

"Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi," kata Zainut di Jakarta, Rabu (27/11).

Wakil Ketua MUI tersebut juga yakin alumni 212 akan menggelar acara tersebut diisi kegiatan positif. Jika reuni tersebut kata dia diisi dengan provokasi hal tersebut akan menimbulkan dosa.

"Tetapi jika reuni tersebut diisi dengan kegiatan yang tidak baik, misalnya melakukan provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian, dan mengadu domba. Maka reuni tersebut bisa menimbulkan dosa," ungkap Zainut. (mdk/gil)

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Amin: PA 212 Sudah Selesai
Mabes Polri Keluarkan Izin Aksi Reuni 212 di Monas
Jika Izin Diberikan, Polri Minta Reuni 212 Hormati Hak Masyarakat Umum
Fadli Zon Pastikan Hadiri Reuni 212 Jika Diundang
Polda Metro Jaya Tak Berlakukan Pengamanan Khusus Saat Reuni 212
Polda Metro Jaya Tak Berlakukan Pengamanan Khusus Saat Reuni Akbar 212 Nanti
Wamenag Tak Larang Reuni 212: Namanya Berkumpul dan Bersilaturahmi