Tangkal Radikalisme, BPIP Minta Wawasan Pancasila Masuk dalam Tes CPNS

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 12:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai perlu adanya soal tentang wawasan kebangsaan khususnya Pancasila dalam tes penerimaan CPNS. Hal itu mengingat sejumlah PNS yang belakangan ini ketahuan terpapar paham radikalisme.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Haryono mengatakan tes tersebut sudah dilakukan pada tahun lalu.

"Itu mulai semester kemarin tahun yang lalu kan sudah ada. Dan itu kan menarik yang lulus wawasan kebangsaan itu enggak lebih dari 20 persen. Berarti kan 80 persen pelamar CPNS itu enggak paham tentang minimal paham pengetahuan apalagi perilaku (wawasan kebangsaan tentang Pancasila)," kata Haryono di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Rabu (16/10).

Menurut dia, inilah tantangan bersama. Sehingga BPIP harus bersinergi dengan kementerian lain.

"BPIP harus bersinergi dengan kementerian lembaga lain untuk mengarusutamakan Pancasila itu," tutur Haryono.

Selain itu, masih kata dia, di dunia pendidikan, nilai-nilai Pancasila juga harus sudah diajarkan dari tingkatan PAUD.

"Kita juga kerja sama dengan Kemendikbud maupun Kemenristekdikti agar Pancasila mulai diajarkan sejak PAUD sampai dengan perguruan tinggi," katanya.

Reporter: Putu Merta (mdk/rhm)

Baca juga:
Penusukan Wiranto, Universitas Mathla'ul Anwar Tolak Dikaitkan dengan Radikalisme
Buntut Penangkapan Anggota JAD di Bali, Polisi Perketat Keamanan Lokasi Wisata
GP Ansor Ajak Warga Laporkan Ajakan Radikalisme Pasca Penusukan Wiranto
Hasto: Jangan Ragu-ragu Tindak Aktor Intelektual di Belakang Gerakan Radikalisme
Menag Lukman Hakim: Peran Santri Menghentikan Radikalisme Never Ending

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.