Tangkap 203 Perusuh Demo Pontianak, Polda Kalbar Sita Narkoba Hingga Senjata Api

PERISTIWA | 23 Mei 2019 15:14 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Didi Haryono menyebutkan, polisi mengamankan 203 orang saat terjadi kericuhan demo 22 Mei di Pontianak, kemarin. Dari hasil pemeriksaan Polisi, sejumlah perusuh positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

"Selain itu, juga diamankan tiga perusuh yang juga kedapatan membawa narkoba," kata Didi Haryono di Pontianak, dilansir Antara, Kamis (23/5).

Dia menjelaskan, dari sebanyak 203 perusuh yang diamankan tersebut, 26 orang sedang dilakukan proses pendalaman. Sebanyak 76 orang ditangani Direskrimum Polda Kalbar. Dari 203 orang yang ditangkap, 16 di antaranya anak-anak.

"Hari ini sebanyak 203 orang itu kami kembalikan semuanya kepada orang tua masing-masing, dengan jaminan dari Gubernur Kalbar, Sultan Pontianak, dengan maksud memberikan rasa aman, dan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, dan apabila melakukannya lagi, maka langsung diproses hukum," ujarnya.

Menurut dia, dikembalikannya para perusuh tersebut berdasarkan kesepakatan dengan Forkopimda dan Kesultanan Pontianak yang menjamin warganya tidak akan membuat atau mengulangi perbuatan perusakan atau pemblokiran jalan.

Dari hasil pengakuan mereka, aksi memblokir jalan dipicu setelah melihat kejadian di Jakarta melalui televisi dan media sosial. Polisi belum menetapkan tersangka atas kasus ini. "Untuk penetapan tersangka atau lainnya, tentunya masih dalam proses penyidikan, dan didukung oleh alat bukti yang kini masih terus dikumpulkan," katanya.

Data Polda Kalbar mencatat, kericuhan pada Rabu (22/5) menyebabkan delapan anggota polisi mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka tembak di bagian kaki diduga menggunakan senjata rakitan, dan dua personel TNI yang juga mengalami luka akibat lemparan batu perusuh tersebut.

Dalam kejadian itu, Polda Kalbar menyita sejumlah alat bukti, di antaranya satu pucuk senjata rakitan laras pendek, senjata tajam berbagai jenis, bom molotov, batu, dan lain-lain.

Didi menyatakan, untuk biaya pengobatan, baik dari pihak penegak hukum maupun para perusuh itu ditanggung oleh Pemprov Kalbar. Kapolda Kalbar mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keamanan. Karena sedikit saja terganggu, maka semua pihak akan merasakan dampaknya.

"Untuk berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan, seperti lampu jalan, lampu pengatur lalu lintas, termasuk dua pos polisi segara akan diperbaiki kembali, dan kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Pontianak," ujarnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Soal Aksi 22 Mei, Dian Sastro: Kami Bersama TNI Polri
Gerakan Suluh Kebangsaan Nilai Aksi 22 Mei Tidak Dikomandoi Prabowo-Sandiaga
Ini Ambulans Partai Gerindra yang Diamankan Polda Metro Jaya
20 Anggota Polri Terluka Saat Amankan Demo 21-22 Mei di Sejumlah Daerah
Tatapan Kosong Rajab usai Warung Rokoknya di Kawasan Bawaslu Habis Dijarah
Tingkat Pengunjung ke Mal Grand Indonesia Turun Drastis Akibat Demo 22 Mei

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.