Tanpa Bantuan, Perajin Gerabah di Palembang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Tanpa Bantuan, Perajin Gerabah di Palembang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
PERISTIWA | 2 Oktober 2020 05:01 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Meski tidak menerima bantuan pemerintah, perajin gerabah di Palembang memilih tetap bertahan demi menyambung hidup. Pendapatan tak seberapa akibat berkurangnya pembeli masih disyukuri walaupun banyak karyawan yang dikorbankan.

Begitu dirasakan pengusaha gerabah pasangan suami istri Yoyo Kartana (50) dan Dede Sarimana (52). Yoyo mengaku usahanya di Jalan Takwa Merah Mata, Kelurahan Sei Selincah, Kalidoni, Palembang, nyaris saja tutup akibat pandemi.

"Sudah hampir delapan bulan pendapatan usaha kami berkurang. Sekarang hanya menyambung hidup saja, tidak bisa untuk menabung atau lainnya," kata Yoyo, Kamis (1/10).

Sebelum pandemi, penghasilan bersih Yoyo mencapai Rp5 juta per bulan. Namun kini tak lebih dari separuhnya, itu pun dipotong biaya pengeluaran membeli bahan baku seperti kayu dan tanah.

"Dihitung-hitung paling satu juta pendapatan bersih setiap bulannya. Lumayanlah dari pada tidak ada pemasukan," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Sejak virus corona merebak kata...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami