Tarian Kolosal Nyimas Melati Gambaran Pejuang dari Tangerang

PERISTIWA | 6 Desember 2019 05:16 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Rangkaian festival budaya nusantara III baru saja dimulai. Setelah pagelaran parade budaya, giliran pagelaran seni budaya tarian kolosal dengan tema perjuangan Nyimas Melati.

Tarian kolosal berdurasi 45 menit yang menceritakan perihal perjuangan seorang wanita melawan penjajah VOC dan mensyiarkan agama Islam di Tangerang tersebut patut dikisahkan ulang untuk mengenang jasa-jasanya.

"Nyimas melati dijuluki sebagai Singa Betina oleh masyarakat di Tangerang, karena keteguhan dan keberaniannya dalam melawan penjajah yaitu VOC dan syiar agama Islam di wilayah Tangerang," kata Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, Kamis (5/12) malam.

"Tarian kolosal ini melibatkan 8 sanggar dengan jumlah penari sebanyak 170 anak yang berasal dari beberapa SMP, SMA dan SMK di Kota Tangerang", tambahnya dalam keterangan tertulisnya.

Nyimas Melati tidak sendiri, ia didampingi oleh 3 tokoh yang sangat melegenda di Tangerang yaitu Raden Arya, Arya Santika dan Arya Dwi Wangsa yang diabadikan menjadi beberapa nama jalan di Kota Tangerang.

Sementara itu salah satu pemeran tokoh dalam tarian kolosal tersebut Raden Arya yang diperankan Sultan salah satu siswa SMA di Kota Tangerang menyebutkan bahwa dirinya sangat bangga bisa menjadi bagian dari festival budaya nusantara III.

"Tentunya saya sangat bangga bisa ambil bagian dalam festival budaya kali ini, lebih dari 16 kali latihan dalam 1 bulan tidak membuat saya merasa lelah, justru saya sangat antusias menjalaninya," tutup Sultan. (mdk/fik)

Baca juga:
Anies Promosikan Mural di Jakarta-Berlin Festival
Hikayat Gandalia, Alunan Musik Petani di Banyumas Untuk Menjaga Lahan
Melihat Pembuatan Miniatur Kereta Api di Manggarai
Ngobeng, Tradisi Khas Palembang yang Semakin Tergerus Zaman Kekinian
Kreasi Unik Siluet dari Kayu Limbah Industri
Melihat Pembuatan Alat Musik dari Korek Api di Ukraina

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.