Teka Teki Kepala Desa Tewas dengan Lima Tusukan di Dada, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PERISTIWA | 13 November 2019 07:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Kepala Desa (Kades), Rely Kemit ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah, di kompleks Perumahan Taman Permata Surya, Jalan Eka Surya Dusun 8, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (10/11) lalu.

Korban adalah Kades Ketangguhan, Kecamatan Sibolangit. Rely Kemit tewas dengan lima tusukan. Tewasnya Rely masih meninggalkan misteri. Saat ini pihak polisi masih menyelidiki tewasnya Rely, apakah ia korban pembunuhan atau bunuh diri? Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

Lima Luka Tusuk di Dada dan Pisau Masih Menancap

Kapolsek Delitua AKP Dolly B Nainggolan mengatakan, jasad Rely ditemukan tidak bernyawa dalam posisi duduk di atas kloset kamar mandi. Sementara pisau menancap di dada sebelah kiri dan luka sayat di leher bawah.

Jasad Rely tidak ditemukan di desanya. Dia didapati tewas bersimbah darah di Kompleks Taman Permata Surya, Blok E15, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Delitua. Rumah itu milik pendeta bernama Gayus Bangun.

Sebelum jasadnya ditemukan, sekitar pukul 10.00 Wib, Gayus ditelepon pembantu dan diberitahu bahwa Rely lama tidak keluar dari kamar mandi. Pendeta ini pun menghubungi Kepala Dusun 8, Hidayat, untuk datang ke rumahnya.

Sekitar pukul 11.15 Wib, Hidayat bersama seorang warga tiba di rumah Gayus. Mereka mendapati Reli bersimbah darah di kamar mandi. Hidayat kemudian menghubungi Polsek Delitua.

"Saat kita hadir, korban benar sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi duduk di atas kloset dan pisau tertancap di dada sebelah kirinya," terang Dolly.

Berdasarkan pemeriksaan tim Inafis, terdapat 5 luka di dada dan leher Reli. "Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Dalam Proses Cerai dengan Istri

Kapolsek Delitua AKP Dolly B Nainggolan mengatakan pihaknya masih menduga Reli tewas bunuh diri. Dugaan ini didasarkan keterangan saksi-saksi bahwa korban memang tengah mendapatkan tekanan kejiwaan.

Rely sedang menghadapi proses perceraian dengan istrinya. Tekanan itu pula yang membuatnya sementara tinggal di rumah pendetanya, Gayus Bangun.

"Ia nekad mengakhiri hidupnya dikarenakan korban lagi proses perceraian dengan sang istri," ujar Dolly.

3 dari 3 halaman

Dibunuh atau Bunuh Diri?

Kematian Rely masih menjadi teka-teki. Sebab, keluarga korban membuat laporan ke polisi karena menduga dia merupakan korban pembunuhan, namun polisi belum menemukan indikasi itu.

"Keluarga sudah membuat laporan ke polisi karena menduga korban dibunuh. Tapi setelah kita lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) sebanyak tiga kali, sampai saat ini belum kita temukan adanya unsur-unsur dugaan pembunuhan," kata Kapolsek Delitua, AKP Dolly N Nainggolan, Senin (11/11).

Dia memaparkan, pihaknya telah memeriksa setiap sudut TKP, seperti ventilasi, loteng, pagar, hingga CCTV di depan rumah. Namun belum didapati tanda-tanda kedatangan orang lain ke rumah itu.

Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini. "Untuk saksi sudah empat orang kita periksa yaitu pak pendeta atas nama Gayus, istri pendeta, pembantu pendeta dan kepala dusun setempat," jelas Dolly.

Penyidik juga masih menunggu hasil autopsi. Hal itu diharapkan dapat memperjelas penyebab kematian Reli. (mdk/dan)

Baca juga:
Keluarga Curiga Kades di Sibolangit Dibunuh, Polisi Masih Duga Bunuh Diri
Kronologi Kades di Sibolangit Tewas dengan Pisau Menancap di Dada
Diduga Bunuh Diri, Kades di Sibolangit Tewas dengan 5 Tusukan
Banyak Warga Bunuh Diri, Korsel Tawarkan Pemakaman Orang Hidup
Kematian Pasutri Tergantung di Jembatan Mencurigakan, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Kecewa pada Keluarga, Amir Gantung Diri di Halte

TOPIK TERKAIT