Tekan Penularan Virus Corona, Purbalingga Berlakukan Jam Malam

Tekan Penularan Virus Corona, Purbalingga Berlakukan Jam Malam
PERISTIWA | 13 Mei 2020 03:31 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Tim gugus tugas penanganan pandemi Covid-19 Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah akan memberlakukan jam malam. Pasalnya, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif korona semakin bertambah. Data per hari Selasa (12/5) ada tambahan kasus positif baru sebanyak 3 kasus.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan kasus positif di Purbalingga menjadi 46 kasus. Tim Gugus Tugas Kabupaten Purbalingga akan memberlakukan jam malam. Semua kegiatan kemasyarakatan, termasuk kegiatan perekonomian para pedagang kaki lima hanya diperbolehkan berjualan sampai pukul 10 malam. Tim gugus tugas akan melakukan patroli bersama unsur terkait TNI, Polri dan Satpol PP.

"Setelah lewat dari pukul 22.00 wib. akan dilakukan patroli oleh Tim Gugus Tugas untuk menertibkan," kata Tiwi, Selasa (12/5).

Di samping memberlakukan jam malam, tim gugus tugas juga akan memberlakukan jalur atau area wajib pakai masker. Tim gugus tugas akan memantau dan menertibkan para pengguna jalan yang melewati jalur wajib bermasker.

"Apabila ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, maka tim gabungan dari TNI Polri dan Dishub akan menegur dan mengingatkan," tegas Tiwi.

Kebijakan tersebut ditempuh karena di Purbalingga ada tambahan 3 kasus positif covid-19. Tiga kasus positif korona merupakan pengembangan dari klaster Purbalingga Kulon. Satu berjenis kelamin perempuan usia 26 tahun, kedua anak laki-laki usia 4 tahun dan ketiga seorang perempuan usia 56 tahun. Ketiganya berasal dari Purbalingga Kulon.

Tiwi mengungkapkan dengan bertambahnya 3 kas, maka secara komulatif di Purbalingga yang positif berjumlah 46 kasus. Dari 46 kasus positif ini, 10 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 35 masih dirawat dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan PDP di Purbalingga secara komulatif sebanyak 195 orang, dengan rincian PDP positif 46 orang, PDP negatif 98 orang, PDP yang masih dirawat 37 orang, PDP meninggal dunia 14 orang.

Tambahan satu PDP yang meninggal dunia per hari ini merupakan perempuan usia 51 tahun berasal dari Kecamatan Karangreja. Ia tidak memiliki riwayat mobilisasi ke luar kota, namun mengalami sesak nafas, batuk berdahak dan masuk rumah sakit pada bulan April.

"Yang bersangkutan belum sempat dilakukan swab atau rapid test. Meski demikian Dinas Kesehatan langsung melakukan rapid test pada keluarga tersebut," tuturnya.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sampai hari ini berjumlah 2.631. Sebanyak 2.349 sudah selesai menjalani pemantauan dan yang masih menjalani pemantauan sebanyak 282 orang. (mdk/ded)

Baca juga:
Target Gubernur Bali: Akhir Mei, 90 Persen Kesembuhan Pasien Positif Covid-19
Peneliti Sarankan Buka Paket Kiriman Setelah 72 Jam, Demi Batasi Penyebaran Covid-19
Alasan Anies Belum Terapkan Sanksi Denda Warga DKI Tak Pakai Masker
Pemerintah sebut Daerah Terapkan PSBB Alami Penurunan Kasus Covid-19
Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi Terkait Evaluasi Penerapan PSBB
Jokowi Lihat Ada Daerah yang Tidak Terapkan PSBB Berhasil Tekan Penyebaran Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami