Teknologi Modifikasi Cuaca Mampu Turunkan Hujan di Palangkaraya

PERISTIWA | 20 September 2019 21:47 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pulau Pisau dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hal ini setelah penerapan teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap.

"Ini progres yang luar biasa, kami bersyukur. Hujan turun pada sore hari ini dengan intensitas sedang hingga lebat. Besok kami baru dapat menghitung volume airnya," ujar Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto di Palangkaraya, Jumat (20/9).

Sebelumnya, tim BBTMC-BPPT didukung TNI AU melakukan penyemaian awan di tujuh kabupaten menggunakan pesawat CN 295 dengan mengangkut 2.400 kg NaCL. Wilayah yang menjadi target yaitu Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Sampit, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Barito, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangkaraya.

"Pesawat jenis ini memang dapat menjangkau wilayah cukup luas hanya dalam satu kali terbang. Pada pagi hari prediksi cuaca di Palangkaraya tidak hujan. Namun, berkat kemurahanNya dan kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil menggembirakan dengan turun hujan cukup lebat sore hari di Palangkaraya sekitarnya," ujar Tri Handoko Seto.

Selain Kota Palangkaraya, lanjut Seto, hujan cukup deras juga turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Fikri Nur Muhammad, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT di Kalteng menjelaskan sepanjang lintasan area penyemaian, terpantau awan cumulus di ketinggian 15.000 kaki. "Selain bahan semai NaCL, kami menggunakan kapur tohor untuk strategi penyemaian awan," ujarnya.

Operasi TMC Penanggulangan Karhutla di Kalteng dipusatkan di Posko Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan diperkuat tim BBTMC-BPPT sebanyak 5 orang (termasuk Flight Scientist), dan didukung 13 orang dari TNI AU untuk kru pesawat.

Baca juga:
3 Pembakar Lahan di Kutai Barat Ditangkap, Polisi Amankan Korek dan Parang
Warga Kalteng Terdampak Asap Bisa Nikmati Udara Bersih di Mobil Oksigen
BMKG: Terpantau 1.431 Hotspot di Kalimantan Barat
Kabut Asap, Warga Pontianak Mulai Keluhkan Sesak Napas dan Sakit Kepala
Penampakan Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dari Luar Angkasa
Polisi Segel Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu yang Bakar Lahan

(mdk/cob)