Teknologi tinggi sampai bertekuk lutut hadapi kabut asap

PERISTIWA | 21 Oktober 2015 05:34 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Tak hanya itu. Sejumlah pesawat bantuan asing yang berupaya membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, saat ini banyak yang tak berkutik. Sebab, proses pemadaman dari udara terkendala jarak pandang terbatas, dan lokasi sumber air langka serta di beberapa lokasi mulai mengering.

"Terhitung enam hari sejak mulai beroperasi, sejumlah kapal bantuan asing terkendala dengan jarak pandang hanya 700 meter di sejumlah lokasi, menjadi faktor penyebab sulitnya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan melalui udara dengan bom air," kata Kepala badan Nasional Penanggulangan Bencana, Wiliem Rampangilei, di Palembang kemarin.

Menurut Wiliem, pesawat mengalami kendala justru yang berbadan besar. Contohnya buat menembus daerah mengalami kebakaran hutan dan lahan, seperti di Cengal dan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Seperti pesawat Hercules N405 LC milik Australia. Meski mampu menampung air hingga 15 ribu liter, pilot sulit menjangkau lokasi karena terkendala jarak pandang terbatas akibat tebalnya kabut asap. Apalagi sumber air juga sulit didapat. Sebab, pesawat itu butuh lokasi luas bila harus mengambil air dalam perjalanan. Alhasil, kendala dihadapi mereka harus bolak-balik ke pangkalan buat mengisi ulang air. Ketimbang celaka dalam perjalanan, lebih baik mereka balik kanan.

Di sisi lain, pesawat bantuan dari Malaysia dengan kapasitas 5.000 liter air malah efektif menjangkau lokasi, tanpa harus kembali ke pangkalan mengisi air.

Menurut Wiliem, dua kendala dihadapi dalam upaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel sekarang ini, adalah jarak pandang terbatas karena diselimuti asap pekat. Kemudian sumber air juga mulai mengering akibat kemarau. Hal ini menjadi pelajaran bagi bangsa supaya mulai mengembangkan teknologi buat mencegah dan menanggulangi keadaan darurat. Supaya tidak melulu mengandalkan produk impor dan bantuan luar negeri. (mdk/ary)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.