Tema Khotbah Jumat Bakal Diatur, Kemenag Kota Bandung Siapkan Naskah untuk Khatib

PERISTIWA | 21 Januari 2020 23:04 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Kementerian Agama Kota Bandung mewacanakan naskah khotbah Jumat disiapkan pemerintah. Hal ini bertujuan agar rambu-rambu yang bisa mencederai kehidupan toleransi bisa terjaga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Yusuf Umar mengatakan, wacana ini serupa dengan kebijakan yang menurutnya sudah diterapkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Berdasarkan informasi, Abu Dhabi, teks khotbah disiapkan pemerintah. Dalam hal ini di Indonesia mungkin (naskah khotbah) lewat kementerian agama, dalam rangka dakwah ke masyarakat itu menyejukkan dan mendoakan pemerintah menjadi baldatun toyibatun warobbun gofur," ucap dia kepada wartawan di Kantor Pemerintah Kota Bandung, Selasa (21/1)

Ia berharap wacana ini bisa mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan masyarakat secara umum. Metode seperti ini diklaim bisa membuat ketenteraman bisa lebih mudah dijaga.

Isi dakwah pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau urgensi di tengah masyarakat. Seperti tema kehidupan bertoleransi sebagai negara menganut Pancasila.

"(Contoh tema) Bagaimana kita hidup bertoleransi, bagaimana kita hidup di antar umat beragama ini supaya tetap rukun, aman damai dan hidup sesuai negara pancasila ini bagaimana agar masyarakat melaksanakan ajaran agamanya dengan tenang tanpa mengganggu yang lain," ucap dia.

"Temanya disiapkan, jumat ini apa, jumat depan apa, sehingga ada rambu-rambunya. Sehingga diharapkan ini tentu saja perlu ada political will dari pemerintah kota. Kalau Bapak wali menghendaki, kami siap untuk mengawal itu," ia melanjutkan.

Meski baru sekadar wacana, namun ia berharap tahapan menindaklanjuti ini berlanjut dengan diskusi bersama MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung.

"Karena inovasi itu pasti ada tantangan. Tapi kan untuk kesejahteraan masyarakat. Pada hakikatnya, kebijakan pemerintah untuk kemaslahatan umat. Insya allah akan kita tindaklanjuti," pungkasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Resmi Dilantik, Reini Wirahadikusumah jadi Rektor Perempuan Pertama di ITB
PPSDM Geominerba Gelar Diklat Pemenuhan & Uji Kompetensi Pengawas Operasional Pertama
Kementerian PUPR akan Bangun Dua Bendungan Baru di Kabupaten Bogor
Ridwan Kamil Siapkan Tempat untuk Penyandang Disabilitas di Wyata Guna
Pembacokan di Bandung Terungkap, Pelaku Salah Sasaran
32 Disabilitas Tak lagi Bisa Sekolah di Wyata Guna, Ini Penjelasan Kemensos

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.