Temuan LaporCovid-19, Pimpinan Bank Tak Umumkan ke Karyawan Jika Ada yang Positif

Temuan LaporCovid-19, Pimpinan Bank Tak Umumkan ke Karyawan Jika Ada yang Positif
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 Juli 2021 12:22 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Relawan LaporCovid-19 Yemiko Happy melaporkan temuan pelanggaran protokol kesehatan di perkantoran. Mereka diwajibkan bekerja work from office (WFO) meski ada yang terpapar Covid-19.

"Temuan selanjutnya baik sales dan non sales yang bekerja itu di tengah tengah sirkulasi udara yang kurang baik, ventilasinya tidak dilakukan dengan baik, tidak dirancang dengan baik, dan mereka masih tetap wajib bekerja meski ada yang positif," tuturnya dalam jumpa pers evaluasi PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 secara virtual, Kamis (22/7).

"Dari temuan survei ini teman-teman dari pekerja perbankan melaporkan kepada kita sales staf itu masih wajib WFO, itu 79 responden jawab seperti itu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, 80 persen para sales bank masih melakukan canvassing atau kunjungan ke rumah-rumah nasabah. Dia bilang, 65 persen sales bank mengakui adanya kenaikan target.

"Lalu staf non-sales masih wajib masuk kantor, 65 persen menjawab seperti itu," ucapnya.

Berikutnya, pimpinan bank tidak transparan terkait informasi Covid. Menurutnya, atasan tidak memberitahukan ke karyawan jika ada yang positif corona.

"Masih ada atasan atau pimpinan perbankan yang tidak transparan terkait informasi Covid, sehingga jika ada kasus di situ tidak diberitahukan, atau tidak disebarkan kepada karyawannya sehingga itu menghasilkan keamanan semu kepada karyawan dan itu sangat membahayakan," ungkapnya.

Data pendukung survei pekerja perbankan ini adalah sebanyak 734 responden. Yaitu 58 persen sales staf dan 42 persen non sales staf.

Total bank yang disurvei adalah 19 bank dan 1 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Top 5 responden ialah Permata Bank 18 persen, Maybank Indonesia 16 persen, Bank Mandiri 11 persen, OCBC NISP 8 persen dan Bank Danamon 7 persen.

Kemudian, ada 15 total sebaran kota. Top 5 kota adalah Jakarta 44 persen, Bandung 17 persen, Surabaya 12 persen, Medan 8 persen dan Semarang 6 persen. (mdk/eko)

Baca juga:
YLKI Desak Pemerintah Tetapkan Harga Tertinggi Kremasi Cegah Kartel Harga Terulang
Jaksa Agung Minta Jajaran Totalitas Kawal Pengendalian Covid-19 Selama PPKM
CEK FAKTA: Hoaks Gibran Rakabuming Lumpuh karena Virus Covid-19
PPKM Level 4 Jakarta: Pasar Tradisional Sampai Pukul 13.00 WIB, Tempat Ibadah Ditutup
Polda NTT akan Tangkap Warga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19
Gubernur: 64 Persen Penduduk Jawa Barat Dapat Bantuan Sosial Selama PPKM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami