Temui Pendemo, Gubernur Edy Rahmayadi Mengaku Belum Pegang UU Omnibus Law

Temui Pendemo, Gubernur Edy Rahmayadi Mengaku Belum Pegang UU Omnibus Law
PERISTIWA | 13 Oktober 2020 18:09 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Gelombang unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Medan terus berlanjut. Selasa (13/10), giliran massa Aliansi Nasional Anti Komunis - Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK-NKRI) menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.

Pengunjuk rasa berkumpul di Masjid Raya Al Mashun sebelum konvoi ke depan kantor Gubernur Sumut. "Kita kita tuntut gubernur kita menyampaikan sikap resminya menolak UU Ciptaker yang sudah disahkan," kata Tumpal Panggabean, Koordinator ANAK NKRI Sumut.

Seusai salat Ashar, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjumpai massa. Dia naik ke mobil komando. Edy mengaku belum tahu persis isi UU Cipta Kerja Omnibus Law.

gubernur sumut edy rahmayadi temui pendemo uu cipta kerja

"Masalah Omnibus Law saya tidak tahu sampai mana barang itu. Untuk itu saya masih menugaskan staf saya untuk mencari mana itu draf Omnibus Law," ucap Edy dengan pengeras suara.

Mantan Pangkostrad ini mengaku belum bisa berkomentar apa-apa terkait Omnibus Law.

"Tadi saya diarahkan disuruh ngomong Omnibus Law, tak ada yang bisa saya bilang, karena dari kemarin dari dua hari lalu dicari barang itu tidak ada. Orang ribut semua ke sana ke sini, ke sana ke sini, tapi barangnya nggak ada," sebutnya.

Edy berjanji, jika sudah mendapatkan draf UU itu, akan dibahas bersama akademisi hingga ulama. Hasil diskusi itu akan disarankan kepada Presiden.

"Percayakan, setelah itu kita pelajari. Kalau itu menyengsarakan rakyat, saya yang akan menghadap Presiden. Tapi perlu kita tabayun dulu. Jangan kita negatif, jangan kita memfitnah, nanti kita dosa," tegasnya.

gubernur sumut edy rahmayadi temui pendemo uu cipta kerja

Mantan Ketum PSSI itu juga berjanji tidak akan mengecewakan para pengunjuk rasa. Alasannya, kelompok pendemo inilah salah satu kelompok pemilihnya sehingga dia bisa menjadi gubernur.

Dia juga meminta massa untuk membubarkan diri, sembari mengingatkan agar mereka membersihkan sampah dan terus mematuhi protokol kesehatan.

"Saudara-saudaraku sudah 11.500 saat ini terpapar corona, pagi siang malam ngurus itu terus. Saya bukan tidak mau ada ramai-ramai begini, (tapi) satu orang yang terkena semua terpapar. Untuk itu saya sayang pada semua, pakai maskernya, jangan dibuka-buka," imbaunya. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami