Tepergok Bakar Lahan, 6 Petani di Sumsel Ditangkap Polisi

Tepergok Bakar Lahan, 6 Petani di Sumsel Ditangkap Polisi
PERISTIWA | 17 Juli 2020 18:16 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tepergok membakar lahan, enam petani di Sumatera Selatan ditangkap polisi. Mereka terancam dipidana kurungan penjara selama 12 tahun.

Para pelaku adalah BG (45) warga Marga Raya, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, SR (30) warga Desa Pancawarna, Kecamatan Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir, dan empat warga Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Penukal Abab Lematang Ilir, yang semuanya berkelamin perempuan, yakni SS (45), HN (66), MS (65), dan AM (46).

Pelaku BG membakar lahan untuk dijadikan kebun jagung. Barang bukti diamankan minyak solar, korek api, dan sebilah pisau.

Sedangkan SR membakar lahan sekitar seperempat hektar untuk menanam jeruk dan semangka. Sementara empat pelaku lain membakar lahan mulai dari satu hektare sampai tiga hektare untuk dijadikan kebun karet.

Tersangka SR mengaku tak memiliki modal besar untuk membuka lahan. Dirinya terpaksa membakar seperti kebiasaan sejak lama dan rencananya dijadikan lahan menanam jeruk dan semangka.

"Beli alat tidak punya uang, sewa alat berat juga tidak tersedia, walaupun ada mahal. Saya tahu dilarang tapi bagaimana lagi, itu cara kami berkebun cari nafkah untuk keluarga," ungkap tersangka SR di Mapolda Sumsel, Jumat (17/7).

Pengakuan serupa disampaikan BG. Dia mengaku telah mencari cara agar api pembakaran tidak sampai meluas dan membesar. Dirinya pun memisahkan semak-semak kering menjadi beberapa tumpukan agar dapat dibakar secara bertahap.

"Tapi waktu itu angin kencang jadi merambat ke tumpukan lain, apinya membesar. Selama ini cuma itu cara yang kami pakai setelah membakar dilarang," ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setyawan mengungkapkan, para tersangka sengaja membakar lahan karena lebih hemat biaya dan mudah serta cepat untuk membuka pertanian dan perkebunan. Pembakaran itu dilakukan pada siang dan malam hari dengan mengumpulkan semak-semak kering yang sudah ditebas.

"Ada enam tersangka asal tiga kabupaten kami amankan, ada yang tepergok membakar lahan dan ada juga hasil penyelidikan. Semuanya mengakui tuduhan itu dan membakar lahan milik pribadi," kata dia.

Anton menyebutkan pihaknya dan pemerintah giat mensosialisasikan larangan membakar lahan untuk mencegah munculnya asap di musim kemarau. Setiap tahun juga dikeluarkan maklumat Kapolda Sumsel dan memberikan sanksi pidana bagi pelanggar baik perorangan maupun korporasi.

"Maklumatnya sudah diterbitkan Juni kemarin, larangan membakar juga sudah lama. Kami tak segan menangkap pelaku jika kedapatan membakar lahan," tegasnya.

Atas perbuatan itu, keenam tersangka dikenakan Pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto Pasal 187 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman (mdk/rhm)

Baca juga:
Dokter Paru: Covid-19 Tak Melekat di Partikel Asap, Tapi Asap Perburuk Kondisi Pasien
Polisi Tetapkan Direktur dan Perusahaan PT DSI Jadi Tersangka Karhutla di Siak
Kepala BNPB Ingatkan Beberapa Provinsi Waspada Karhutla
Masuk Musim Kemarau, 11 Embung Dibangun Cegah Karhutla di Banyuasin
Kementerian LHK Gelar Patroli Terpadu Cegah Karhutla di 154 Desa Rawan
Sejak Awal Tahun 2020, Polda Riau Tangkap 58 Tersangka Kasus Karhutla

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami