Tepis Prabowo, Gubernur Jateng Sebut Korupsi Karena Niat dan Mental Bukan Gaji Kecil

PERISTIWA | 18 Januari 2019 14:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dalam debat capres perdana semalam, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut rendahnya gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi akar persoalan korupsi pejabat negara. Lalu dia mengambil contoh gaji Gubernur yang hanya Rp 8 Juta. Prabowo berkeinginan menaikkan tax ratio atau rasio pajak untuk kemudian menambah gaji PNS termasuk kepala daerah.

Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo ikut angkat bicara. Menurut dia, korupsi itu bukan soal rendahnya gaji. Tapi niat dan mental buruk.

"Ya, korupsi terkait kesempatan, niat jahat dan mental buruk," kata Ganjar singkat kepada Liputan6.com, Jumat (18/1).

Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga ikut berkomentar. Menurutnya, sudah banyak jenis tunjangan baik remunerasi maupun insentif untuk pegawai maupun pejabat. Semua tunjangan tersebut berlaku di seluruh tingkatan mulai dari pusat hingga daerah. Selain itu, juga berlaku di seluruh lembaga negara baik eksekutif, legislatif dan yudikatif.

"Rasio kenaikan pajak untuk kenaikan gaji itu tidak perlu. Ada mekanisme remunerasi ditambah hari ini ada Tunjangan Kinerja Dinamis atau TKD. Jadi, rakyat tidak boleh dibebani dengan kenaikan pajak hanya demi menaikan gaji pegawai dan pejabat. Kinerja aparatur tinggal digenjot saja," kata Dedi dalam keterangannya, Jumat (18/1).

Dia mencontohkan pendapatan pegawai Golongan IIA yang dinilainya sudah cukup membuat hidup sejahtera. Jika digabung, gaji pokok dan tunjangan, per bulan bisa mencapai Rp 6 - 7 Juta.

"Gaji pokoknya Rp 2,9 Juta, kemudian ada Tunjangan Kinerja Dinamis atau TKD sebesar Rp 3 Juta-Rp 4 Juta. Kalau digabung bisa bawa pulang Rp 6 Juta-Rp 7 Juta per bulan," ungkap Dedi.

Menurut Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini, korupsi tidak terletak pada beratnya pemenuhan kebutuhan hidup. Menurut dia, pemenuhan gaya hidup menjadi faktor utama yang menyebabkan kasus korupsi terjadi.

Sebelumnya, Prabowo percaya bahwa gaji yang rendah menyebabkan korupsi. Para birokrat pun terbuai melakukan tindak pidana karena khawatir mengenai tidak memiliki uang yang cukup di masa depannya.

"Tetapi ada ketakutan pada masa depan mereka (aparatur negara), jadi disitulah terjadi sikap ragu-ragu, dan sikap tidak kuat mendapat godaan, tawaran-tawaran dari swasta untuk bertindak di luar kepentingan rakyat, kepentingan umum," jelas Prabowo.

Dalam debat capres Prabowo menjelaskan rencananya. Setelah memperbesar gaji ASN melalui menaikkan tax ratio dari 10 persen ke 16 persen, setelahnya Prabowo berjanji akan mengawasi mereka dengan seluruh instrumen dan senjata yang tersedia. Ia pun ingin koruptor untuk dikirim ke pulau terpencil dan dihukum menambak pasir secara terus-menerus.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Baca juga:
Indef: Janji Prabowo Naikkan Gaji PNS Bukan Hal Baru, Sudah Dilakukan Jokowi
Pengamat soal Janji Prabowo Naikkan Gaji PNS: Itu Hal yang Tak Mudah
Pengamat Sayangkan Program Prabowo Genjot Tax Ratio Cuma Ingin Naikkan Gaji PNS
Draf Aturan Kenaikan Gaji PNS Ditarget Selesai Akhir Januari
Prabowo Mau Naikkan Gaji Birokrat, Jokowi 'Gaji ASN Kita Sudah Besar'
Wacana Pemerintah Naikkan Gaji Perangkat Desa Disambut Baik, Ini Sebabnya

(mdk/noe)