Terbukti Rasial saat Insiden Asrama Mahasiswa Papua, Syamsul Divonis 5 Bulan Penjara

Terbukti Rasial saat Insiden Asrama Mahasiswa Papua, Syamsul Divonis 5 Bulan Penjara
PERISTIWA | 30 Januari 2020 15:07 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Terbukti melakukan tindakan rasial saat insiden di Asrama Mahasiswa Papua, Syamsul Arifin, oknum aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Tambaksari, Surabaya, dijatuhi hukuman selama 5 bulan penjara. Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Yohanes Hehamony di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam amar putusannya, hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Syamsul Arifin dengan pidana penjara selama 5 bulan. Menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp1 juta, subsider satu bulan kurungan," katanya, Kamis (30/1).

Dalam pertimbangannya, hakim menilai terdakwa dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras, sehingga meresahkan masyarakat.

"Yang meringankan, terdakwa yakni Syamsul telah mengakui perbuatannya, ia juga belum pernah dipenjara atau tak terlibat pidana apapun sebelum kasus ini," jelasnya.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya, di mana Syamsul dituntut bui selama 8 bulan penjara.

Dengan putusan ini, Syamsul juga akan segera memperoleh kebebasan, sebab masa tahanan yang telah dijalaninya, tepat 5 bulan.

Menanggapi putusan tersebut, Syamsul menyatakan menerimanya. "Kami menerima putusan tersebut, yang mulia," kata kuasa hukum Syamsul, Ishom PA.

Berbeda dengan Syamsul, jaksa mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan hakim tersebut. "Pikir-pikir yang mulia," kata salah satu JPU.

Sebelumnya, Syamsul merupakan salah satu orang yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, 16-17 Agustus 2019 yang lalu.

Oknum ASN Pemerintah Kota Surabaya di salah satu kecamatan di Kota Pahlawan ini, diketahui merupakan salah satu orang yang telah melontarkan kata-kata makian bernada rasial ke arah penghuni asrama.

Aksi Syamsul itu juga terekam dalam tayangan video yang beredar di media sosial. Insiden tersebut juga disebut sebagai pemicu pecahnya kerusuhan di sejumlah kota Papua dan Papua Barat. (mdk/lia)

Baca juga:
Sebarkan Berita Bohong Kasus Asrama Mahasiswa Papua, Mak Susi Dituntut 12 Bulan Bui
Akhiri Konflik di Papua, Wapres Sebut Pemerintah Tak Pakai Lagi Pendekatan Keamanan
Ingin Seperti Papua, Bupati Ade Yasin Minta Pemekaran Bogor Disetujui
TNI Siap Amankan Pilkada Serentak Hingga PON 2020 di Papua
Kapolda Papua: Ada Penganiayaan Masyarakat di Baku Tembak KKB
1 Anggota KKB di Papua Tewas Usai Baku Tembak dengan Aparat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5