Terdampar di Berau, WN Filipina mengaku kapal rusak saat mengantar keponakan

Terdampar di Berau, WN Filipina mengaku kapal rusak saat mengantar keponakan
Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 25 Februari 2018 02:02 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Tiga warga negara Filipina yang terdampar di pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, siang tadi tiba di kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Berau. Pihak imigrasi langsung mendalami identitas ketiganya dengan berkoordinasi ke Konjen Filipina di Manado.

"Setelah diserahkan ke kami, kami dalami proses identitas kewarganegaraannya. Apakah benar Filipina, atau Malaysia," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb Muhammad Kacung melalui keterangan resmi di Tanjung Redeb, Sabtu (24/2).

Kacung menerangkan, setelah mendapay kepastian tentang kewarganegaraan ketiga WN Filipina itu, pihaknya juga akan mencarikan alamat keluarga ketiganya di Filipina. "Kita akan kirim surat ke Konjen RI di Manado," ujar dia.

Dia menuturkan, berdasarkan informasi awal, ketiganya mengaku sebagai warga Filipina. "Itu harus kita dalami dulu, soal dokumen kewarganegaraan," ungkap Kacung.

Dalam interogasi lanjutan di kantor Imigrasi, juga diperoleh keterangan ketiganya sedang mengantar keponakan, dari Tawau Malaysia menuju Bongao, wilayah Tawi-tawi, Filipina.

"Empat hari kami di laut, mau antar keponakan, dan kapal rusak," kata Billy, satu dari ketiga WN Filipina, dalam logat bahasa Malaysia.

"Mesin rusak di perjalanan, lalu terdampar di Maratua. Nanti, setelah jelas kewarganegaraannya, akan kita pulangkan ke negara asal," tambah Kacung.

Diketahui, aparat gabungan TNI dan Polri, mengamankan 3 warga Filipina, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Jumat (23/2) pagi kemarin. Kapal yang digunakan ketiganya terdampar di pulau itu, akibat cuaca buruk di perairan, dari Tawau Malaysia menuju Tawi-tawi Filipina. Akhirnya, mereka terdampar di Maratua dan menginap di penginapan.

Ketiga WN Filipina itu adalah :

1. Nama : BILLY bin ALAN

TTL : Bongao (Filipina), 25 Februari 1977

Suku/WN : Solok / -

Agama : Islam

Pekerjaan : Nelayan

Alamat : Jln. Apas, Batu 4 Tawau, Malaysia

2. Nama : SALEH bin MANIK

TTL : Bongao (Filipina), 01 Januari 1975

Suku/WN : Solok/-

Agama : Islam

Pekerjaan : Nelayan

Alamat : Jln. Apas, Batu 4 Tawau, Malaysia

3. Nama : ALBIN bin ADO’

TTL : Bongao (Filipina), 10 Februari 1997

Suku/WN : Solok/Filipina

Agama : Islam

Pekerjaan : Nelayan

Alamat : Lamiyun, Bongao, Filipina (mdk/noe)

Baca juga:

Diserbu imigran Venezuela, Pemerintah Kolombia jaga ketat perbatasannya

Tolak dideportasi, imigran Afrika di Israel gelar aksi mogok makan

Ratusan imigran di Makassar datangi kantor UNHCR menuntut kebebasan

Kisah cinta pencari suaka

Beda nasib imigran di Indonesia

88 Calon TKI ilegal diamankan dari balai penampungan di Jakarta Timur

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami