Terdepak dari MUI, Din Syamsuddin Ungkap Ada Pihak Ingin Jadi Ketua Watim & Pengurus

Terdepak dari MUI, Din Syamsuddin Ungkap Ada Pihak Ingin Jadi Ketua Watim & Pengurus
PERISTIWA | 28 November 2020 09:46 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015, Din Syamsuddin mengungkap alasan tidak masuk kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Din mengaku karena tidak bersedia.

Sebelum Munas, mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini telah menyampaikan dalam rapat pleno terakhir Dewan Pertimbangan ingin berhenti aktif di MUI.

"Bahwa saya tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI adalah karena saya tidak bersedia. Seandainya Tim Formatur memasukkan maka saya tidak bersedia," ujar Din dalam keterangannya dikutip Sabtu (28/11).

Salah satu alasannya, Din merasa sudah terlalu lama terlibat di MUI. 25 tahun dia berkiprah di MUI sejak 1995. Din tercatat pernah menjadi dua kali wakil ketua umum, sekretaris umum, ketua umum periode 2014-2015 dan Ketua Dewan Pertimbangan 2015-2020.

"Dalam kaitan ini saya meminta maaf kepada segenap anggota Wantim MUI yang mendukung agar saya tetap memimpin Wantim MUI," kata Din.

Din tidak menghadiri Munas 2020 dan diwakilkan Wakil Ketua Wantim MUI Didin Hafiduddin memberi sambutan dan menjadi formatur. Sebab, dia mendengar ada orang yang ingin menjadi Wantim dan pengurus MUI.

"Saya mendengar dan mengetahui ada pihak yang ingin menjadi Ketua Wantim MUI, dan Pengurus MUI. Saya berhusnuzhon mereka ingin berkhidmat di MUI, maka sebaiknya diberi kesempatan. Biarlah umat yang menilai dan Allah SWT yang mengganjari," kata Din.

Din mengatakan, tidak masuk pengurus MUI bukan masalah besar. Karena berjuang untuk umat dan bangsa tidak terbatas dalam satu lingkaran organisasi.

"Jadi tidak masuk dalam kepengurusan suatu organisasi jangan dianggap sebagai masalah besar, begitu pula masuk dalam kepengurusan bukanlah hal istimewa," pungkasnya.

Baca Selanjutnya: Pengurus MUI Periode 2020-2025...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami