Terhalang kabut asap tebal, pelayaran dari dan ke Batam lumpuh

PERISTIWA | 29 September 2015 13:18 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Pelayaran domestik dan internasional dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, lumpuh pada Selasa (29/9) siang. Hal itu disebabkan akibat jarak pandang hanya di bawah 500 meter lantaran terhalang kabut asap.

"Ini sudah perintah kepala kantor. Semua tidak boleh berlayar karena jarak pandang sangat buruk," kata Syahbandar Pelabuhan Umum Telaga Punggur, Erwin Sjafrizal, di Batam, seperti dilansir dari Antara, Selasa (29/9).

Erwin mengatakan, Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Gajah Roseno, sudah mengunjungi semua pelabuhan di Batam. Kepala kantor memerintahkan semua pelayaran ditunda sampai asap menipis.

"Perintahnya menunggu jarak pandang membaik. Termasuk yang pelayaran ke Singapura dan Malaysia juga ditunda sampai jarak pandang membaik," ujar Erwin.

Saat ini, kata Erwin, jarak pandang pada perairan Batam hanya berkisar 200 meter. Hal itu jauh dari batas normal, yakni 1,5 mil laut.

"Pada perairan Tanjungpinang masih bisa. Sejumlah kapal yang terlanjur berlayar dari Tanjungpinang masih masuk. Namun dari Batam sudah tidak bisa lagi," sambung Erwin.

Untuk pelayaran Kapal Roro dari Punggur, lanjut Erwin, pada Selasa pagi masih bisa. Namun menjelang siang juga dihentikan setelah kabut asap kian pekat.

"Semua lumpuh. Tidak ada yang berlayar lagi. Kapal-kapal juga numpuk di pelabuhan, baik di Telaga Punggur, Sekupang, Harbour Bay, dan Batam Centre," ucap Erwin.

Asap pekat mulai menyelimuti Batam pada Senin (28/9) sore. Meski sempat menipis, tetapi sepanjang Selasa pagi hingga siang kondisinya kembali memburuk.

Pada Selasa pagi, Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga sempat lumpuh hingga beberapa jam. Penerbangan tujuan Batam dialihkan ke Kota Medan, Sumatera Utara. (mdk/ary)

Baca juga:

Semakin pekat, Singapura tingkatkan level kabut asap jadi berbahaya

Menhub: Kalau bandara terdampak kabut asap lebih baik tutup saja

Ditantang berkantor di wilayah kabut asap, ini kata Menteri Siti

Singapura lebih cepat lawan pembakar hutan dibanding RI

DPR minta pemerintah tetapkan kebakaran lahan jadi bencana nasional

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.