Terima 2 Juta Vaksin Sinovac, Total Indonesia Setok 273,6 Juta Dosis

Terima 2 Juta Vaksin Sinovac, Total Indonesia Setok 273,6 Juta Dosis
6 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia. ©handout/KPCPEN
NEWS | 24 September 2021 13:47 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Indonesia pada Jumat menerima lagi 1 juta dosis vaksin Sinovac bantuan pemerintah China dan 1 juta dosis vaksin tambahan dari produsen Sinovac secara gratis.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa hingga 24 September 2021, Indonesia telah mengamankan total 273.603.790 dosis vaksin Covid-19.

"Dengan kedatangan-kedatangan vaksin ini maka di titik kedatangan, total vaksin yang telah tiba di Indonesia berjumlah 273.603.790 dosis, baik dalam bentuk vaksin jadi maupun vaksin curah," kata Retno saat menyampaikan keterangan pers secara virtual tentang kedatangan vaksin tersebut.

Sebelumnya pada 21 September, Indonesia juga menerima 200.000 dosis vaksin jadi Sinovac dari Red Cross Society di China.

Seraya menegaskan bahwa mesin diplomasi Indonesia akan terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan vaksin di dalam negeri, Menlu Retno mengucapkan terima kasih kepada China atas dukungan dan kerja sama dalam pengadaan vaksin.

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menjelaskan bahwa sumbangan vaksin tersebut merupakan upaya pemerintah China untuk mendukung perjuangan Indonesia melawan Covid-19.

Agustus lalu, China telah menyumbangkan 120 ventilator, 400 generator oksigen, dan pasokan medis lainnya bagi Indonesia.

"Di bawah kepemimpinan kuat Presiden Joko Widodo dan upaya bersama rakyat Indonesia, China percaya bahwa Indonesia akan mengalahkan Pandemi secepatnya dan memulihkan pembangunan ekonomi dan sosial," kata Dubes Xiao Qian. (mdk/rhm)

Baca juga:
Lindungi Anak di Bawah 12 Tahun, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dewasa
Cerita Keluarga Cahyono Putra, Siswa SMK di Ciamis yang Meninggal Usai Divaksin
Jokowi: Meski Sudah Divaksin Kita Tidak Boleh Senang-Senang Berlebihan
Dirut RSPON Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat Akibat KIPI Vaksin Covid-19
Dirut RSPON: Tukul Arwana Stroke Pendarahan, Bukan Karena Vaksin Covid-19
Dilema Belajar Tatap Muka
Satgas Ingatkan Vaksin Tak Bisa Jadi Satu-satunya Tameng Menghadapi Pandemi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami