Terima Tantangan Kemenkes, Polda NTB Pastikan 365 Ribu Vaksin Habis Pekan Depan

Terima Tantangan Kemenkes, Polda NTB Pastikan 365 Ribu Vaksin Habis Pekan Depan
Kedatangan 365 ribu dosis vaksin Sinovac di Provinsi Nusa Tenggara Barat. ©2021 Istimewa
NEWS | 26 September 2021 02:01 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Sebanyak 365 ribu dosis vaksin Sinovac kembali tiba di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/9). Vaksin itu akan didistribusikan ke sejumlah tempat di Bumi Seribu Masjid. Hal ini untuk mempercepat vaksinasi di Lombok Tengah jelang pelaksanaan World Superbike 2021 pada November mendatang.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), atas pengiriman vaksin itu. Dia memastikan akan membantu Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk menghabiskan vaksin tersebut.

"Prinsipnya, kami sebagai Kapolda NTB dan Danrem WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bersama perangkat lainnya seperti tenaga kesehatan akan membantu Pak Gubernur dalam mempercepat vaksinasi," kata Iqbal dalam keterangannya, Sabtu (25/9).

Eks Kadiv Humas Polri itu menyatakan adanya tantangan dari Kemenkes agar NTB, khususnya Lombok Tengah, melakukan percepatan vaksinasi. Dia menyatakan seluruh jajaran Forkopimda menerima tantangan itu. Di sisi lain, masyarakat NTB pun antusias dengan program vaksinasi.

"Kami sambut tantangan baru Kemenkes RI dengan 305.560 dosis vaksin untuk Lombok Tengah. Minggu depan, kami habiskan," jelas dia.

Sementara, Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto memerinci bahwa 305.560 vaksin akan disuntikkan kepada masyarakat Lombok untuk dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 2 ribu dosis akan disuntikkan ke masyarakat untuk dosis kedua.

"Sesuai arahan Pak Kapolda, kami diberikan target vaksinasi 41.081 dosis vaksin per hari di Lombok Tengah. Sejauh ini pelaksanaannya di lapangan terpantau baik," kata Artanto.

Artanto juga mengungkapkan sebelumnya NTB menerima 200 ribu dosis vaksin dari Kemenkes pada Senin (23/9). Dia mengungkapkan vaksin itu saat ini sudah didistribusikan sejumlah wilayah untuk mempercepat vaksinasi.

"Untuk menstimulus percepatan vaksinasi ini, Polda NTB mengerahkan seluruh kendaraan dan personelnya ke desa-desa yang jauh dari titik vaksinasi. Mereka dijemput, lalu setelah vaksin diantar kembali. Sekarang stigma masyarakat juga sudah berubah. Dulu masyarakat enggan menerima vaksin karena termakan hoaks, tetapi sekarang mereka sangat antusias," jelas Artanto. (mdk/ray)

Baca juga:
Bersama BIN, Jokowi Tinjau Vaksinasi Door to Door di Kampung Nelayan Cilacap
Blusukan ke Tambora, Ketua DPR Sebut Banyak Warga Takut Vaksinasi Karena Hoaks
Berjuang Naik Turun Gunung Demi Vaksinasi Warga di Desa Terpencil
Kronologi dan Penjelasan Siswi di Aceh 'Tumbang' Usai Divaksinasi Covid-19
Afrika Protes 'Apartheid Vaksin', Ketimpangan Pasokan Dosis Negara Kaya & Miskin

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami