Teringat Ledakan Bom Penjajah, Kong Nur Menangis saat Hormat Bendera

PERISTIWA | 18 Agustus 2019 03:31 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Ada peristiwa mengharukan saat upacara Bendera Merah Putih di halaman Polresta Depok, Sabtu 917/8). Saat petugas menaikkan bendera, tiba-tiba dikejutkan dengan hadirnya kakek paruh baya yang ingin ikut hormat. Petugas kemudian mempersilakan sangat kakek bernama Kong Nur mengikuti upacara.

Sang kakek terharu. Bahkan Kong Nur sampai meneteskan air mata. Dia khidmat dan tidak bergeming.

Setelah selesai Kong Nur bercerita bahwa dia selalu berhenti melakukan aktivitas ketika ada penggerekan bendera. Alasannya dia teringat ketika masa sebelum kemerdekaan, rumahnya sempat hancur karena terkena bom penjajah.

Hal itu diceritakan Nur kepada petugas Provos yang kebetulan bertugas yaitu Bripka Yopi Lasut.

"Tadi dia (Kong Nur) bercerita kalau dia selalu hormat kalau ada penaikkan bendera. Dia ingat rumahnya pernah kena bom saat itu," kata Bripka Yopi, Sabtu (17/8).

Saat itu kata Nur kepada Yopi, dia masih kecil. Dia ingat peristiwa bom yang menghancurkan rumah orang tuanya di Kalimantan. Oleh karenanya Nur selalu menghargai arti kemerdekaan. Dan dia selalu melakukan penghormatan setiap ada upacara Bendera Merah Putih.

"Dia selalu hormat kalau ada bendera dinaikkan. Menurut dia itu harus dihormati," paparnya.

Diceritakan Yopi, bahwa kakek yang usianya lebih dari 74 tahun itu berpesan pada semua orang agar menghargai hasil perjuangan para pahlawan. Pasalnya generasi saat ini memang tidak berperang namun tetap harus menjaga keutuhan NKRI.

"Beliau berpesan semua orang harus menghargai perjuangan pahlawan. Bendera ini diperjuangkan dan dihormati," tukasnya.

Setelah berbincang, Nur kemudian berjalan kaki ke arah Cilodong. "Tadi juga beliau jalan kaki sambil membawa alat zikir. Pas pulang saya tawari naik angkot tapi enggak mau. Dia milih jalan kaki saja," ceritanya.

Melihat rasa nasionalis Kong Nur, Yopi sebagai anggota Polri merasa terenyuh. Dia sangat menghargai sikap Kong Nur yang sempat merasakan zaman sebelum kemerdekaan.

"Saya sangat respek dan salut dengan beliau. Harapan saya semua orang dapat bersikap seperti beliau yang menghormati jasa pahlawan dan menghargai arti kemerdekaan," pungkasnya.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT