Terinspirasi Video Porno, Pria di Klaten Tega Cabuli Anak Tiri

Terinspirasi Video Porno, Pria di Klaten Tega Cabuli Anak Tiri
Tersangka pencabulan di Klaten. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 Mei 2021 18:30 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jajaran Satreskrim Polres Klaten berhasil membongkar kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah tiri dan dua orang temannya. Bahkan korban berinisial RS yang saat ini berumur 16 tahun, sudah mendapatkan perlakuan bejat dari ayah tirinya, PD alias IB (46) sejak masih kelas 5 SD.

Selain PD, dua temannya berinisial RI alias GB (38) dan AA alias DD (32) juga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Ketiga tersangka saat ini telah diamankan di Mapolres Klaten, setelah kasusnya dilaporkan orang tua korban, pada 20 April lalu.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Adryansyah Rithas mengatakan, tersangka PD melakukan perbuatan tersebut dengan tujuan mengikuti hasrat nafsu tersangka dan berfantasi seks seperti di video porno yang sering ditonton.

"Untuk dua tersangka lainnya melakukan perbuatan terhadap korban dengan tujuan untuk mengikuti hasrat nafsu tersangka," kata Adryansyah kepada wartawan, Selasa (4/5).

Menurut Kasatreskrim, ayah tiri korban mengancam korban akan dibunuh jika tidak mau melakukan persetubuhan dengannya. Sedangkan untuk dua tersangka lain, mereka merayu korban akan dinikahi agar mau melakukan persetubuhan dengan tersangka.

Terkait kronologi kejadian, dikatakan Kasatreskrim, awalnya sekitar tahun 2005 ibu korban yang sebelumnya bercerai dan menikah dengan PD. Hubungan rumah tangga mereka tidak berjalan harmonis. Di mana PD memiliki wanita idaman lain dan sejak 2018 mulai terlihat adanya penyimpangan seks.

"Bahkan PD menyetubuhi anak tirinya sendiri (korban) sejak kelas 5 SD sampai terakhir pada tanggal 21 Maret 2021. Setiap menyetubuhi anak tirinya didahului dengan ancaman akan membunuhnya, sehingga korban dalam tekanan serta tidak berdaya menolak ajakan pelaku," katanya.

Selain mempunyai penyimpangan seks, PD juga mempunyai kebiasaan berjudi. Bahkan kedua orang teman yang sering bermain di rumahnya pun, akhirnya terlibat dalam kasus persetubuhan tersebut.

"Karena selalu ditekan ayah tirinya, korban berusaha minggat dari rumah dengan minta antar RI. Namun RI justru menggunakan kesempatan itu untuk menyetubuhi korban di hotel beberapa kali," terangnya.

Korban yang semakin menderita, kemudian mencurahkan isi hatinya ke teman ayahnya yang lain berinisial AA yang juga sering berkunjung ke rumah ayah tirinya. Namun ibarat peribahasa, lepas dari mulut harimau, masuk ke dalam mulut buaya. Korban pun mendapat perlakuan yang sama.

"Pada hari Senin 19 April 2021 malan setelah dicari ibu kandungnya didapatilah korban sedang di hotel. Korban mengaku diberikan sebutir pil hingga mabuk. Dengan kejadian itu, korban berikut temannya dibawa oleh ibunya ke Polres Klaten guna proses hukum lebih lanjut," katanya.

Setelah mendapatkan laporan, pada hari Senin 20 April 2021 sekira pukul 01.00 WIB, tim Resmob Polres Klaten bersama dengan Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Klaten melakukan penangkapan terhadap pelaku di wilayah tempat tinggal pelaku.

"Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan pasal 18 ayat (3) Jo pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 20 tahun dan denda Rp 6,667 miliar," pungkas dia. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami