Terjaring OTT, Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat Tiba di Gedung KPK

Terjaring OTT, Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat Tiba di Gedung KPK
KPK. ©2022 Antara
NEWS | 20 Januari 2022 21:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat tiba di Hedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Itong tiba sekitar pukul 20.23 WIB dengan memakai kemeja panjang batik berwarna cokelat.

Itong tidak bersedia memberikan keterangan apapun soal penangkapannya. Dia memilih langsung masuk ke lobi gedung dan naik ke ruang pemeriksaan. Itong digelandang ke markas antirasuah bersama empat orang lainnya.

Salah satu pihak yang turut digelandang ke markas antirasuah karena terjaring operasi senyap mengaku tak tahu apa-apa. Dia merasa bingung dibawa ke Gedung KPK oleh tim penindakan.

"Saya enggak tahu, enggak tahu. Tahu-tahu sudah di sini," ujar dia yang masih belum diketahui identitasnya.

Diketahui, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total mengamankan 5 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.

"KPK mengamankan 5 orang terdiri dari hakim, panitera pengganti, pengacara dan swasta," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022).

Ali menyebut, kelimanya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lanjutan. Bersama mereka, KPK juga mengamankan uang dengan nilai ratusan juta rupiah.

"Turut diamankan pula bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah yang masih dihitung dan dikonfirmasi kepada para terperiksa," kata Ali.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: fachrur Rozie (mdk/ded)

Baca juga:
KPK Total Tangkap Lima Orang saat OTT Hakim PN Surabaya
PN Surabaya Pastikan Tak Beri Pendampingan Hukum ke Hakim & Panitera Kena OTT KPK
Itong Isnaeni, Hakim PN Surabaya Dikabarkan Terjaring OTT KPK Kantongi Harta Rp2,17 M
Komisi Yudisial Siap Bantu KPK Terkait OTT Hakim PN Surabaya
KPK Segel Apartemen Milik Hakim Terjerat OTT di PN Surabaya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami