Terjerat Pinjol, ART di Padang Curi Perhiasan Majikan

Terjerat Pinjol, ART di Padang Curi Perhiasan Majikan
Ilustrasi borgol. shutterstock
NEWS | 3 Desember 2021 16:50 Reporter : Ikhwan

Merdeka.com - Seorang asisten rumah tangga (ART) di Padang bertindak nekat akibat terlilit utang pinjaman online (pinjol). Dia mencuri perhiasan emas milik majikannya.

"Yang bersangkutan adalah seorang perempuan berprofesi sebagai ART berinisial EW (39)," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda di Padang, Jumat (3/12).

Pencurian itu terjadi di rumah majikan EW di Jalan Linggar Jati, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Korban mengetahui pencurian itu setelah memeriksa deposit box mandiri miliknya. "Perhiasan emas itu tidak ada lagi, berupa gelang, kalung dan cincin emas, kemudian korban melapor ke Polresta Padang," kata Rico.

Polisi pun menyelidiki kasus pencurian itu. Aksi EW akhirnya terbongkar. Dia menggadaikan perhiasan emas milik majikannya di salah satu cabang Pegadaian.

EW diketahui meminta tolong kepada teman dekatnya untuk menggadaikan perhiasan itu. "Setelah teman kami mintai keterangan, ia mengakui bahwa pelaku memang meminta tolong untuk menjual emas, di mana bentuk emasnya sesuai dengan bentuk emas pelapor atau majikannya yang hilang," jelas Rico.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pelaku langsung ditangkap di Kompleks Kuali Nyiur, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (1/12) sekitar pukul 22.30 WIB. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti dua berupa lembar surat pegadaian.

EW langsung dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan. "Pelaku ini mengaku sudah melakukan pencurian emas terhadap majikannya sebagai dua kali, yakni pada Rabu (7/7) dan Sabtu (16/10) lalu," jelas Rico.

Kepada polisi, EW mengaku nekat mencuri perhiasan majikannya lantaran terlilit utang pinjol. Perempuan ini mengaku meminjam Rp1,5 juta dengan jangka waktu pelunasan satu bulan. Setiap keterlambatan pembayaran, dia dikenakan denda mencapai Rp 80 ribu setiap hari.

"Saya (begini) karena nunggak, bayar pinjol, beberapa bulan. Total uang yang harus saya bayar sekitar Rp7,5 juta, karena itu saya curi emas, terpaksa," kata ibu lima orang anak itu.

EW mengaku terpaksa melakukan pencurian lantaran tak tahu lagi ke mana mencari uang untuk melunasi utang pinjol tersebut. "Semua orang terdekat saya sudah ditelepon (pihak pinjol) dan mengganggu mereka. Untuk uang sisa gadai emas itu, saya gunakan untuk kebutuhan hidup, dan sekolah anak," sebutnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Maling Ini Langsung Kena Karma, saat Beraksi Tiba-Tiba Ketabrak Motor
Cegah Peretasan dan Pencurian Data, Kejagung Bentuk Tim Insiden Siber
Pelaku Penggelapan Motor Lompat dari Flyover Tambora Jakbar
Kelabui Korban, Pencuri Ini Bawa Kabur Motor Teman Kerja Usai Ditutupi Daun
Beraksi di Indekos, 2 Pencuri Ditangkap Saat Bawa AC Hasil Curian
Penerangan Jalan Minim, Kedai Kopi di Beji Depok Dua Kali Dibobol Maling

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami