Terkendala Lahan, Waduk Jokowi yang Digarap Sejak 2016 di Bogor belum Capai 50 Persen

Terkendala Lahan, Waduk Jokowi yang Digarap Sejak 2016 di Bogor belum Capai 50 Persen
PERISTIWA | 23 Januari 2020 16:22 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Proses pembangunan Proyek Strategis Nasional, Bendung Ciawi (Cipayung) dan Bendung Sukamahi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, hingga kini masih terus dikerjakan. Digarap sejak 2016, kondisi waduk belum mencapai 50 persen.

Dua bendung yang digagas Joko Widodo kala masih menjadi Gubernur DKI Jakarta ini ditujukan untuk mengurangi debit air yang datang ke Jakarta sehingga bisa menekan bencana banjir kiriman dari Bogor.

Pembangunan Bendung Ciawi dimulai pada Desember 2016 dan kontrak akan berakhir pada Mei 2021. Namun, hingga 20 Januari 2020, pengerjaan konstruksi proyek yang menelan biaya Rp798,7 miliar ini baru mencapai 44,97 persen.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim, progres pembangunan mengalami surplus 5,20 persen dari yang ditargetkan 39,77 persen hingga medio Januari 2020.

Proyek bendungan yang dikerjakan PT Brantas Abipraya - Sacna, KSO ini memiliki luas 39,40 hektare ini mampu menampung air hingga 6,05 juta meter kubik serta mampu mereduksi banjir 111,75 meter kubik per detik dari aliran Sungai Ciliwung.

Sementara tetangganya, Bendung Sukamahi relatif lebih kecil, baik dari ukuran, daya tampung hingga penganggarannya. Karena bendungan bekerja pada titik pertemuan Sungai Ciliwung dengan anak Sungai Cisukabiru dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT Basuki KSO.

Tenggat waktu pengerjaan bendung ini hingga Februari 2021, dengan menelan biaya Rp453,66 miliar. Memiliki luas 5,23 hektare, bendung ini mampu menampung air hingga 1,68 juta meter kubik serta mereduksi banjir 15,47 meter kubik per detik.

Meski kontrak pekerjaan dua proyek bendungan ini berakhir pada 2021, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR menargetkan keduanya bisa rampung pada akhir 2020 atau awal 2021.

"Kita targetkan selesai dua-dua bendungan ini akhir tahun 2020 atau awal 2021, meski kalau mengacu pada kontrak baru berakhir pada 2021," kata Kepada Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih, saat menerima kunjungan Komisi V DPR RI di lokasi Bendung Ciawi, Kamis (23/1).

1 dari 1 halaman

Pembebasan Lahan 90 Persen

90 persen rev1

Ni Made mengungkapkan, di Bendung Ciawi permasalahan pembebasan lahan masih mengganjal proses pembangunan konstruksi bendungan. Setali tiga uang dengan di Bendungan Sukamahi. Namun, dia memastikan untuk pembebasan lahan di dua bendung ini telah mencapai 90 persen.

Pada Bendungan Ciawi, progres pembebasan lahan hingga 19 Desember 2019, dari total kebutuhan lahan seluas 78,35 hektare yang terdiri dari 935 bidang, baru selesai dibayar untuk dibebaskan 862 bidang dengan luas 66,10 hektare atau 92,19 persen.

Sementara pada Bendungan Sukamahi pada periode yang sama, dari kebutuhan lahan 46,93 hektare terdiri dari 640 bidang, baru selesai dibayar sebanyak 578 bidang dengan luas 39,04 hektare atau terealisasi 90,31 persen.

"Seperti masih ada sengketa kepemilikan di Desa Sukakarya dan dalam proses konsinyasi di PN Cibinong. Kita juga koordinasi dengan BPN dan untuk tanah pengganti serta permohonan ruislag kaitan wakaf masjid dan TPQ," jelasnya.

Progres pekerjaan konstruksi yang terhambat akibat masalah lahan pun dibenarkan oleh Pimpinan Proyek Bendung Ciawi dari PT Brantas Abipraya, Wima Regianto Putra.

"Kalau lahan yang bisa dikonstruksi sudah dibebaskan baru bisa kita kerjakan, kalau belum bebas ya tidak bisa. Makanya progres kita sempat minim namun kemudian melejit. Karena lahan sudah bisa dibebaskan baru langsung konstruksi kita kerjaka," kata Wima.

Dia juga menyinggung soal kejar target pembangunan yang dicanangkan Kementerian PUPR pada akhir 2020.

"Kita sedang bahas metode percepatannya. Karena kalau material untuk tubuh bendungan kita tidak bisa sembarangan. Ada proses bagaimana dengan material yang ada, tidak melepas kaidah teknis, tapi bisa kerja cepat juga," kata Wima. (mdk/bal)

Baca juga:
Pemerintah Habiskan Rp800 Miliar Bangun Bendungan di Ibu Kota Baru
Kementerian PUPR akan Bangun Dua Bendungan Baru di Kabupaten Bogor
Jurus Pemerintahan Jokowi Atasi Banjir Jakarta
Normalisasi Sungai Hingga Bangun Bendungan Jadi Fokus PUPR Tangani Banjir
Jokowi Berharap Bendung Kamijoro Sejahterakan Petani dan Tumbuhkan Usaha Kecil
Jokowi Jelaskan Pentingnya Bendung Kamijaro Bagi Warga Kulon Progo & Bantul

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami