Terobosan IZI Sediakan Daging Kurban Olahan untuk Warga Terdampak Covid-19

Terobosan IZI Sediakan Daging Kurban Olahan untuk Warga Terdampak Covid-19
PERISTIWA » MAKASSAR | 4 Juli 2020 13:06 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Meningkatnya kasus positif Covid-19 di tanah air berdampak pada kelangsungan ekonomi warganya. Dampak lainnya adalah segala interaksi masyarakat beralih menjadi daring, termasuk berkurban jelang Idul Adha.

Kondisi ini dimanfaatkan Lembaga zakat nasional, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). IZI ikut berperan menjaga kualitas pelaksanaan berkurban dengan meluncurkan produk daging qurban olahan berupa abon.

IZI menggandeng 3 (tiga) mitranya dari Unit Usaha Kecil-Menengah (UMKM) dalam pengelolaan daging kurban olahan berupa abon ini. Di antaranya, UMKM Fatimah Azzahra dan UMKM Abon Kita. Keduanya merupakan UMKM yang berizin usaha di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selebihnya adalah UMKM yang berizin usaha di Lumajang, Jawa Timur, bernama UMKM Arya Wiraja.

Program bertema "Abon Kita, Qurban IZI" ini diluncurkan Inisiatif Zakat Indonesia untuk memudahkan para Calon Pekurban (Mudhohy) dalam melaksanakan ibadah kurban yang akan disalurkan kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), Jabodetabek dan di 16 kantor perwakilan IZI (Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Kaltara, Kaltim, Banten, Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan).

"Terpilihnya abon sebagai produk daging kurban olahan yang diusung IZI tidak terlepas dari proses pemikiran yang panjang. Mulai dari penggunaan metode survei langsung kepada penerima manfaat binaan mereka, didapatkan kesimpulan bahwa Abon secara cita rasa cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, mudah dikonsumsi tanpa harus diolah Kembali," kata Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia Wildhan Dewayana, Sabtu (4/7).

1 dari 2 halaman

Kelebihan Abon Produksi IZI

Kelebihan lain dari produk Abon juga didapat oleh manajemen IZI, di antaranya adalah pengelolaan kurban olahan dapat menghindari kerumunan dan Melahirkan rasa aman untuk semua pihak ditengah wabah Covid-19 baik donatur, pengelola hingga mustahiq, melalui kurban olahan abon dapat memberdayakan UMKM pengolahan Abon di makassar yang melibatkan ibu-ibu nelayan dhuafa.

Kelebihan lainnya adalah dikelola dengan memperhatikan tingkat higienis dan kualitas rasanya, dikelola dengan Quality Control Syariah mulai dari pengadaan hewan hingga pengelolaan abonnya, distribusi yang luas menjangkau 16 provinsi dan dan wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), para donator mendapatkan laporan realtime melalui 4 notifikasi sejak dana diterima, update pemotongan hewan qurban hingga report distribusi abon.

Dia mengungkapkan, program "Abon Kita, Abon IZI" merupakan wujud salah satu pilar pelayanan kurban tahun ini dengan mensinergikan aspek sosial-ekonomi, lingkungan, dan syariat keislaman.

"Kami ingin warga Indonesia pada umumnya memiliki kesadaran mengelola qurban di tengah pandemic Covid-19 ini dengan higienis, tersistem, dan berkualitas. Produk Abon ini akan didistribusikan kepada kaum dhuafa yang tinggal di daerah terpencil sebagai pemenuhan gizi keluarga mereka," ujar Wildhan.

Panitia Qurban IZI juga menjamin abon kurban IZI diolah sepenuhnya dari bagian terbaik sapi yaitu 100 persen dagingnya. "Melalui qurban olahan Abon dapat meningkatkan nilai gizi diwilayah yang sulit dijangkau oleh distribusi daging murni. Selain itu, tingkat keawetan Abon IZI ini bisa mencapai satu tahun," jelas Muhammad Ardhani, Ketua Panitia Kurban IZI.

2 dari 2 halaman

Tentang Inisiatif Zakat Indonesia

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sebuah lembaga nirlaba pengelola zakat, infak, dan sedekah yang berbadan hukum sebagai Yayasan Sosial berdasarkan surat Keputusan Kementerian Agama RI No. 423 Tahun 2015.

IZI mengusung visi sebagai Lembaga Zakat Profesional Terpercaya yang menginspirasi gerakan kebajikan dan pemberdayaan, oleh karenanya IZI hadir dan membuka kantor perwakilannya di 17 provinsi di Indonesia.

Inisiatif Zakat Indonesia meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Audit Keuangan dari Kantor Akuntan Publik Independen selama 4 tahun berturut-turut.

Inisiatif Zakat Indonesia meraih predikat "A" dengan skor Nilai Akreditasi 99.62, Nilai Kepatuhan Syariah 98.11, dan Opini Syariah “Sesuai Syariah”, pada Hasil Pendampingan Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Pengelola Zakat oleh Kementerian Agama RI tahun 2019.

Inisiatif Zakat Indonesia memperoleh Sertifikat ISO oleh TUV NORD Indonesia dalam manajemen pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah dengan sertifikat bernomor 16 00 A 20006. (mdk/ray)

Baca juga:
Pemprov DKI Wajibkan Pedagang Hewan Kurban Kantongi Surat Izin Berjualan
Rumah Zakat Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Pengelolaan Hewan Kurban
Pemprov Sumbar Antisipasi Penyebaran Covid-19 dari Perantau Mudik saat Idul Adha
Melihat Simulasi Penyembelihan Hewan Kurban Selama Pandemi
Kemenag Keluarkan Aturan Protokol Kesehatan Salat Idul Adha & Penyembelihan Kurban

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami